Luch dan teka teki bahasa

 

LUCH

DAN ASAL USUL BAHASA MANUSIA

 

“Berarti Pithecantropus itu sama dengan nabi Adam ya Ma? kan sama-sama manusia pertama?” tanyanya ringan sambil asyik membuka-buka ensiklopedi manusia Purba

“Kalau begitu, masa nabi Yusuf yang katanya nabi paling ganteng sama dengan manusia purba seperti ini? Ah! nggak benar ini?” ujarnya

Perempuan itu diam mengernyitkan alisnya bingung…

 

Udara dingin menyelusup lewat celah gerbong kereta malam, pemandangan di luar kaca jendela terlalu cepat bergerak hingga terlihat seperti arsiran garis dalam mimpi.

Sejak sore tadi, Luch si gadis kecil kurus bermata bulat itu sibuk menyusuri gerbong kereta menghitung jumlah kursi sambil mengikuti adiknya berusia 5tahun yang tidak bisa duduk sejak satu jam yang lalu dari keberangkatan.

Hakim, adiknya berusia 5 tahun itu seakan tidak ada kata lelah berjalan dan berlari menelusuri dari satu gerbong hingga ke delapan gerbong yang hanya diikuti ayahnya. Sementara Luch mengamati satu persatu ekspresi wajah para penumpang. Sesekali mereka menawarkan senyuman, kadang menawarkan makanan ringan, hingga terbetik sesuatu ia terdiam berdiri memperhatikan gerak kereta mencari keseimbangan badan dan mulai melipat punggungnya mencoba melihat sesuatu dari balik kedua kakinya yang terentang.

"Wuahhhh.... seru!!" matanya melotot lebar tertawa riang memperhatikan atap gerbong yang bergerak-gerak, hingga mata itu menangkap empat orang dengan wajah gelap bergigi putih dan satu orang berwajah pucat bermata sipit. 

namun kali ini ia hanya diam memperhatikan wajah orang satu persatu, sesekali ia menawarkan senyuman. Seorang kakek tua terlihat murung melamun, namun begitu melihat Luch lama memperhatikan dirinya ia menoleh dan membalas senyuman Luch sembari membuka tas kresek dan menawarkan sebungkus roti cokelat.

“Trimakasih Kek,” ujarnya membuat kakek itu tertawa senang dan menanyakan nama. begitu menyebutkan nama, Luch pergi.

Ia berdiri lama menyimak gerak kereta dalam gerbong yang bergerak-gerak akibatkan  dirinya tak bisa berjalan tegak. Perlahan ia mencoba berdiri dengan kaki melebar dan melipat badannya hingga posisi kepala tepat di antara dua kaki, ia mencoba melirik ke atas langit-langit gerbong kereta berwarna ke-abu-abu-an itu dan memperhatikan pemandangan orang-orang di sekitarnya, tapi sesaat matanya menangkap sosok lelaki berkulit legam dengan di sampingnya lelaki berhidung bengkok berkulit putih kemerah-merahan, mereka terlihat lebih tinggi dibanding lelaki satunya berkulit putih ber-kacamata garis hitam tebal. Cepat-cepat ia menarik badannya berusaha melihat lebih dekat, namun ia kurang beruntung karena kereta bergerak maju.

“Bug!” tubuhnya tersungkur ke lantai gerbong

Nyinyir Luch hendak nangis, tapi saat seorang ibu-ibu hendak menolongnya cepat-cepat ia lari.

“Ibu, Luch jatuh…” rajuknya hendak nangis mengusap-usap kepalanya yang terbentur

“Hm…, apa kata ibu dulu, tiap kali kakak bermain itu pasti ada resikonya. Tapi resiko permainan itu biasa, dan kakak harus terus mecoba”

Luch diam duduk di pangkuan, sementara perempuan muda itu mengusap-usap kepala  anaknya yang sedikit memar. Sesekali ia memandang wajah ibunya hendak menangis kesakitan,

Sementara Ibunya yang sedari tadi asyik ngobrol dengan ibu-ibu di depannya  masih terus mengusap-usap kepala bocah berhidung kecil itu sambil sesekali menciumnya lembut.  

 “Kapan gerbong ini berhenti Bu” tanyanya sambil mempermainkan jari-jarinya yang mungil.  

“Kira-kira satu jam lagi, kakak capek?”

“Ehm!” angguknya cepat

Ibu merebahkan tubuh Luch di pundaknya, pelan bocah berkemeja kotak-kotak kecil itu memejamkan mata dan tertidur pulas.

Tepat pukul sembilan pagi, mereka tiba di rumah.

“Ibu pulang!” teriak Hikam mendengar suara bel

Hakim yang asyik bermain dengan Mbok Yem mendadak lari menjatuhkan mainannya.    

Luch balita murah senyum bermata bulat tajam dan berbadan ramping, sebenarnya ia tidak begitu cakep, tapi entah dari sisi mana, tiap kali orang melihatnya pasti tertarik. Tapi bukan berarti ia anak yang suka cari perhatian, layaknya anak kecil yang melakukan sesuatu karena orang lain memujinya. Pertanyaan orang jarang sekali dijawab kecuali sekehendak hatiya atau barangkali ia berfikir lain dengan pertanyaan itu. Terkadang ia bertanya pada ibunya tentang segala sesuatu yang ia perhatikan di sekeliling. Meski masih duduk di bangku TK nol kecil, tapi Luch terolong anak mandiri, hampir semua pekerjaannya ia kerjakan sendiri, termasuk mandi dan mengerjakan PR. Seringkali ia membantu adiknya yang baru berusia dua dan tiga tahun melepas celana dan membersihkan saat ngompol.

@@@ 

Sejak berkunjung ke rumah pamannya yang memiliki bayi usia 5 bulan, Luch sering menyendiri di depan layar computer menunggu wajah ayahnya muncul dan berbicara dengannya. Di saat seperti ini, ia tak mau diganggu meski dengar adiknya menangis keras.

Terkadang tingkahnya yang aneh menjadikan ibunya serba salah dalam menyikapi dirinya. Tak banyak bicara,  namun  sering memperhatikan gerak-gerik dua orang adik  laki-lakinya.  

“Kenapa adik bayi nggak bisa bicara Bu” Tanya-nya sesaat sembari duduk di depan jendela dapur memperhatikan dua orang adiknya bermain-main di kebun belakang rumah.

“Karena dia masih kecil”

“Kenapa kalau anak kecil nggak bisa bicara?” tanyanya lagi sambil mengayun-ayunkan dua kaki-nya

“Bukanya nggak bisa sayang, tapi belum”  jelas perempuan muda sibuk mencicipi masakan di atas penggorengan

“Kenapa kalau masih kecil belum bisa bicara?”

"Karena dia belum belajar bicara"

"Sudah, buktinya kemarin tante ngajak bicara adik itu tersenyum, bukannya berarti dia faham kata-kata tante,"

Barangkali perempuan muda itu kehabisan jawaban hingga ia tersenyum memandang bocah bermata bulat dan rambut hitam lebat itu.

“Kita diskusi nanti saja ya?, gimana?” tawar-nya mencubit hidug mungil

“Kakak tidak ngajak ibu diskusi, kakak cuma tanya kenapa adik kecil nggak bisa bicara”

“Jawabannya panjang sayang…”

“Kan bisa dijelaskan sambil masak”

“Tapi masak juga butuh konsentrasi”

Mendadak keningnya berkernyitan tak senang “Kemarin ibu juga masak sambil ngobrol sama tante??”   

Sesaat dari luar terdengar suara adik-adiknya tertawa riang berkejar-kejaran diantara ilalang kebun belakang rumah. Luch diam memandang jauh ke luar sana, terliahat 2 bocah lelaki memakai celana panjang mengejar-ngejar kucing putih polos diantara ilalang halaman belakang rumah, mendadak alis matanya berkernyitan, sejenak mendongakkan wajah menatap perempuan muda itu dengan mulut komat-kamit.  

Luch menundukkan wajah sambil memainkan jari-jarinya. “Ibu marah sama Luch ya??”

Perempuan itu mendadak hendak tertawa memandang raut anaknya tertunduk, namun sesaat menahan senyumnya takut menyentuh perasaan.

“Ibu suka sekali kakak banyak tanya, tapi bukan sekarang waktunya”

Luch duduk diam diatas kursi kecil plastic bergambar   kartun beruang

Hening,

“Kenapa orang dewasa sering nggak mau jawab pertanyaan anak kecil Bu,”

“Bukannya nggak mau sayang, tapi waktunya kadang kurang tepat…” jelas perempuan sibuk mencicip ini dan itu

“Bagaimana kalau sekarang ibu nyerah saja dengan pertanyaan kakak??”  selidik bocah melongok wajah ibunya

“Kenapa begitu”

“Karena ayah pernah bilang, tanyakan sesuatu pada ahlinya…,jadi mungkin saja kakak salah tanya pada ibu, karena pekerjaan ibu kan hanya di dapur, bukan seperti ayah…”

Sontak perempuan itu ternganga dengan jawaban anaknya yang baru menginjak usia empat tahun.

“Tapi pikir kakak nggak ada salahnya tanya ibu, soalnya ibu kan yang ahli melahirkan adik bayi, jadi ibu pasti tahu kenapa adik bayi nggak bisa bicara”

Sementara perempuan muda itu menahan tawanya yang nyaris saja meledak

“Belum…?”

“O ya, belum…” tambahnya meringis memperlihatkan gigi-gigi susunya yang mungil tersusun rata.

Perempuan muda itu tersenyum sembari mengangkat anaknya di atas meja dapur mencubit hidungnya.

Tiba-tiba saja terdengar suara tangis adik-adiknya menuju ke dapur, keduanya mengadu.

Sesekali dua bocah laki itu bertengkar memukul dan meninju perut. Keduanya sama-sama minta gendong, namun sesaat Luch meloncat dari meja.

“Husy!, dengarkan ada suara angin lewat” ujarnya memalangkan jari

Sontak keduanya terdiam mengucek-ucek mata dan memasang telinga lekat-lekat dan melirik ke arah Luch.

“Tahu tidak, kalau kalian nangis terus nanti ada suara angin lewat”

Sontak keduanya diam memandang ke arah Luch, namun beberapa menit tak mendengar apapun seketika keduanya menangis keras menghentak-hentakkan kaki berebut minta gendong, pukul-pukulan dan menarik rambutnya keras hingga tangis Hikam meledak. Perempuan muda itu duduk mengusap-usap rambut kedua putranya sambil berkata-kata berusaha menenangkan keduanya.

Seorang nenek kurus berkebaya muncul,

“Tolong bereskan semua mbok…, aku tidurkan mereka dulu” kata perempuan muda menahan letih setelah seharian di dapur

“Ada telpon dari Nak Bagus, katanya besok mau pulang”

“Horey!!!” teriak Luch

Seketika tangisnya terhenti memandang Luch jingkrak-jingkrak.

“No…dik, jangan nangis terus, matanya nanti gede-gede segini" ujarnya menelungkupkan tangan pada kedua mata "syukur-syukur nanti matanya lepas, kan repot seperti di film-film kartun itu"

@@@

Sore itu angkasa memantulkan cahayanya kuning keemasan ke dalam aliran sungai bening di belakang halaman rumah.

“Apa kau pernah berfikir Cad, sebenarnya darimana orang bisa mengatakan itu pohon, itu gunung dan itu sungai?” katanya sambil

Luch duduk-duduk di bibir sungai dengan seekor kucingnya berbulu putih yang sesekali menjilati airnya dan melompat-lompat diantara bebatuan sungai.

Luch menyimak desiran angin dari pepohonan di seberang sungai, sesekali memperhatikan gemercik suara air dan rerumputan bergoyang-goyang tertiup angin.

Kucing putih itu menoleh sesaat dan mendongakkan wajahnya ke angkasa

“Dan kenapa pula manusia mengatakan kalau itu lagit, bukan begitu Luch?”

“Ya, aku sedih, jangan-jangan kita kena tipu orang pertama yang menamakan benda-benda itu”

“Apa maksudmu kena tipu”

“Ya?, kita dibodohi oleh orang-orang yang pertama menamakan benda-benda itu”

“Kenapa begitu?”

“Bayangkan saja, padahal benda yang dipenuhi dengan daun-daun dan memiliki batang menjulang itu belum mesti dari sono-nya dikatakan sebagai pohon, barangkali dari sono-nya dikatakan Pooh atau sekedar Oh saja”

“Apa maksudmu dengan dari sono-nya”

“Ya…??, dari sono-nya”

“Dari sononya mana?”

“Dari langit”

“Apa hubungannya langit dengan pohon”

“Bodoh, maksudku Tuhan”

Keduanya diam mendongakkan wajahnya ke angkasa

“Apa hubungannya Pohon dengan Tuhan?”

“Tentu saja berhubungan, karena pohon salah satu ciptaan Tuhan”

“Menurutku nenek moyang kita yang diturunkan dari langit, karena katamu Tuhan yang mengajarkan nama-nama itu pada manusia, bukan begitu??”

“Tidak juga,”

“Lalu apa maksudmu dengan sono-nya”

“Ya…??” Luch memutarkan matanya mencari-cari jawaban “Sebentar!,” teriaknya seolah menyimak sesuatu “Mungkin benar apa katamu tadi, kalau nenek moyang kita yang turun dari langit”

“Maksudnya nenek moyang manusia itu kan?”

“Tentu, mana ada kucing bisa bicara kecuali Cad” Luch tertawa ngikik

“Hei..., kata siapa bangsa binatang nggak bisa bicara, kau pasti belum pernah dengar certianya nabi Sulaiman berdialog dengan seekor semut “

“Ya, aku tahu. Aku pernah baca buku itu kemarin, tapi kalau kau mau ceritakan karena aku senang dengar orang cerita”

“Kalau kau mau cerita, aku siap dengar”  senyumnya manis 

Luch melompat dari batu satu ke batu lain dan merebahkan tubuhnya di samping Luch mengibas-kibaskan ekornya yang pendek 

”Suatu hari Sulaiman AS jalan-jalan melihat semut menggotong-gotong sebutir  kurma. Sulaiman AS terus mengamati, dan memanggil semut tersebut

“Hai semut kecil, untuk apa kurma itu?”

“Ini adalah kurma yang Allah SWT berikan pada-ku untuk makanan-ku selama satu tahun” jawab seekor semut

Lalu Sulaiman AS mengambil sebuah botol

”Hai semut kemarilah, masuklah dalam botol ini, aku telah membagi dua kurma ini dan akan aku berikan separuhnya padamu sebagai makananmu selama satu tahun. Tahun depan aku akan datang lagi untuk melihat keadaanmu”

Si semut taat pada perintah Nabi Sulaiman AS.

Setahun telah berlalu.

Baginda Sulaiman AS datang melihat keadaan si semut. Ia melihat kurma yang diberikan kepada si semut itu tidak banyak berkurang. Baginda Sulaiman AS bertanya kepada si semut,

“Hai semut, kenapa kamu tidak menghabiskan kurmamu?”

“Ya Nabi, selama ini aku hanya menghisap airnya dan banyak berpuasa. Selama ini Allah SWT yang memberi-ku sebutir kurma setiap tahun, tapi kali ini engkau memberiku separuh buah kurma. Aku takut tahun depan engkau tidak memberiku kurma lagi karena engkau bukan Allah Pemberi Rizki (Ar-Rozak)” jawab si semut.

“Kau pernah dengar cerita seorang anak bayi yang di asuh seekor Rusa?”

“Ya, aku jadi ingat Hayy bin Yaqdzon”

“Siapa itu?”

“Itu cerita karangan Ibn Thufail karya Sastrawan, Dokter sekaligus Filosuf dari Andalusia Spanyol, aku pernah baca bukunya di ruang perpustakaan rumah. Itu mengisahkan tentang ”

“”

“Click!” suara laptop-nya berbunyi dan wajah ayahnya muncul di layar

“Kenapa Luch…,”

“Ayah!” teriaknya riang

“Sebelumnya Dalam istilah Linguistik Ferdinand de Saussure (1858-1913) mengatakan bahwa bahasa terbagi menjadi tiga, yakni Langague, langue dan Parole. Sementara apa yang kamu sebut dengan semua makhluk memiliki bahasa itu adalah kawasan Langague”

“Apa itu linguistik ??”

“Linguistik itu ilmu bahasa”

“Ilmu bahasa, ilmu yang membahas tentang bahasa?”

“Yup!, linguistic itu hanya sebuah istilah aja sayang,”

“Bahasa yang mana?, kata ayah burung juga punya bahasa untuk memanggil kawan-kawannya di dahan pohon”

“Perhatian Linguistik tidak sampai pada pembahasan “bahasa binatang” dan “bahasa alam” sayang, itu nanti ada kawasannya sendiri. “etologi”, ilmu yang menyelidiki tingkah laku binatang termasuk suara khas yang dikeluarkannya, sementara “bahasa alam” yang dapat ditangkap oleh intuisi seniman berada di luar lapangan pemikiran ilmiah”

“Apa batasan ilmu bahasa”

“Yang jelas objek sasaran linguistik adalah bahasa, bukan orang, bukan masyarakat atau yang lain, itu yang pertama, kedua; bahasa yang dimaksud adalah bahasa manusia, dan bahasa manusia adalah manusia yang normal pada umumnya dengan menggunakan mulut bukan menggunakan angota tubuh lain ataupun benda dan yang dimaksud dengan itu adalah bahasa lisan. Namun tak bisa mengelak  bahwa bahasa tulisan juga termasuk dalam kajian linguistic meski hanya sebagai pelengkap/ bukan kajian utama dalam linguistic, karena bahasa tulisan merupakan dari ungkapan bahasa lisan meski dari nantinya batasan-batasan tersebut kabur karena manusia itu sendiri telah berada di bumi ini beberapa juta tahun yang lalu dan ini berhubungan erat dengan struktur biologis mulut yang mempengaruhi bunyi dan suara manusia pada waktu itu”

“Berbicara tentang manusia, sebenarnya siapa Adam dan siapa manusia Homo yang pernah kakak baca dalam ensiklopedi itu, Ayah”

“Dalam sebuah literatur dikatakan bahwa dalam kitab suci al-Quran terdapat kata al-Basyar dan al-Insan yang keduanya sama-sama menunjukkan manusia, tapi berbeda, al-Basyar adalah manusia yang muncul sebelum manusia fase Adam diciptakan, sementara manusia al-Insan adalah manusia fase Adam”

Waktu di layar monitor menunjukkan pukul 04.30, sementara matahari mulai tenggelam di balik rimbun pepohonan hutan di sebrang sungai. Sesekali angin bertiup segar di antara dedaunan dan rerumputan kering beriring suara gemercik air mengalir diantara bebatuan dan kerikil kecil, lompatan ikan-ikan kecil ke udara memecah aliran air yang kadang ditangkap Cad lincah melompat-lompat di antara batuan satu ke batuan lainnya yang terkadang tercebur hingga menjadikan bulu-bulunya basah dan mengibas-ngibaskan bulu-bulunya dan menjiati.

Entah apa yang dikerjakannya dengan laptop tersebut, Luch sibuk meng- Click ini dan itu membuka e-book.

“Nak Luch, ayo mandi…,!” teriak mbok Pariyem dari pintu belakang rumah, nampak dari belakang si kembar dengan rambut tersisir rapi memakai celana panjang ber-rompi.

“Lima menit lagi mbok…”

“Hampir jam lima lho?!, ayo sholat dulu…!”

“Click!” layar itu mati sekejap,

“Ayo Cad pulang…!” teriak Luch memperhatikan kucing jantan itu melompat-lompat diantara bebatuan yang sesekali menangkap ikan melompat-lompat.

 

Baru saja mereka selesai makan malam, mendengar suara lap-top berbunyi,  Luch meloncat dari kursi-nya yang nyaris saja terjatuh, dan Mbok Yem nyaris teriak.

 

Kau tahu Luch, sebelum ciptakan Adam, Tuhan berkata pada Malaikat dalam al-Qur’an 2;30 : “Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi”, saat itu Malaikat protes, sementara kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?”, apa jawab Tuhan?, “Aku tahu apa yang tidak kamu ketahui”. Setelah Tuhan menciptakan Adam dan mengajarkannya nama-nama. Lalu Tuhan menantang Malaikat “Sebutkanlah kepada-Ku nama-nama benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar”

Mereka menjawab: “Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang Engkau ajarkan kepada kami”

Setelah itu Tuhan berkata pada Adam “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”, lalu Adam mengajarkan nama-nama itu pada Malaikat “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan”

Jadi bersumber pada ayat-ayat Bisa saja manusia memiliki kemampuan berbahasa tanpa wahyu dari Allah sekaligus, sekalipun manusia tersebut memiliki akal dan akal tersebut dikembangkannya, namun sesuatu yang dhasilkan bukan menciptakan kedamaian melainkan kehancuran. Itu yang di maksud oleh malaikat  dengan "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?"

Dengan adanya penggunaan alat-alat pada manusia purba terbukti bahwa manusia purba tersebut juga memiliki akal dan juga bahasa akan tetapi Allah tidak membimbingnya melalui wahyu

“Jadi begitu kasusnya dengan manusia Purba?” Luch manggut-manggut

“Ya, kurang lebihnya begitu. Ayah katakan kurang lebihnya begitu karena itu hanya analisis ayah berdasar data penemuan yang ada saja”

“Lalu apa bedanya antara manusia Purba yang mukanya seperti manusia kera itu dengan nabi Adam dan sederet nabi-nabi lain. Masak! Nabi Yusuf yang katanya cakep sama dengan Homo Sapiens dan kawan-kawannya?”

“Bukan Kak, Homo Sapiens dan nabi Adam itu tidak sama”

“Lalu?,”

 

“Akan ayah jelaskan tapi tidak sekarang, nanti akan ayah jelaskan apa yang  dimaksud dengan al-Insan dan al-Basyar dalam al-Qur’an” jelas ayah menunjuk pada layar monitor dengan bolpoint “Dan jangan lupa bahwa manusia purba juga saat ini manusia masih hidup”

“Di mana?”

Segaris senyum nampak di bibir ayahnya

“Luch…,pada dasarnya bahasa itu berupa akal, maka manusia purba itu juga menurut ayah sudah memiliki bahasa, tapi seperti apa ayah belum pernah tahu tentang hal itu. Namun yang terpenting dari itu semua adalah adanya wahyu, karena wahyu itulah yang membedakan antara manusia purba dengan manusia sekarang. Kenapa ayah tadi katakan saat ini manusia purba masih hidup?, lihat saja di beberapa Negara yang terlibat dengan konflik, mereka adalah manusia-manusia purba versi modern karena fungsi wahyu di sana sudah tidak ada lagi, yakni mengatur kehidupan manusia agar damai dan tenang”

Nampak di belakang ayah poster-poster manusia-manusia purba dan alat peraga lain.

“Kapan Luch bisa ikut ke kantor ayah?”

“Baik, kapan-kapan ayah ajak Luch”  

Ok, sekarang adalah saatnya kamu belajar, kita akan diskusi lebih jauh  saat ayah tiba di rumah nanti, ayah harap kau bisa membantu ibu menjaga adik-adikmu…,

Salam ayah selalu merindukan kalian

 

Sementara Luch membiarkan e-mail, cepat-cepat membuka salah satu buku bacaan di depannya dan membuka sebentar lalu mencatatnya beberapa kalimat dengan goresan pensil naik turun tak rapi. Entah kenapa tiba-tiba saja ia terdiam dengan pandangan sarat di depan layar monitor.

Mendengar suara Cad dan adik-adiknya di ruang keluarga, cepat-cepat ia menutup buku bacaannya dan keluar.

Di ruang itu dua orang adiknya sedang bermain-main balok lego, ibu membaca buku di kursi, sementara Mbok Pariyem dan Pak Ponijo membuka-buka buku Ensiklopedi Pengetahuan Anak milik Luch dulu.

“Ada kabar apa dari ayah, Luch?”

Seolah tak merespon jawabannya Luch duduk menyebelahi ibu “Bu, kapan Luch pindah ke bangku sekolah seperti kak Doni”

Ibu hanya tersenyum mengusap kepala Luch “Semua itu ada masanya,”

“Kakak bosan sekolah, masak sekolah kok tiap hari nyanyi-nyanyi”

“Anak pada umurmu biasanya memang di ajari begitu”

Mbok Yem dan Pak ponijo sontak tertawa lebar “E, alah Ngger…-ngger! Cah bagus kok pinter men…, mengko yo le, yen wus gedhe”

“Aku kan dah besar mbah, liat ni badanku…,”

“Kapan-kapan ikut kak Doni sekolah, tapi jangan nakal”

“Kenapa nggak daftar aja sekalian?,”

“Lihat dulu, baru nanti ikut daftar”     

@@@

Selesai pulang sekolah Luch nampak berseri-seri, ia menawarkan senyum pada Pak Ponijo di kebun belakang rumah, dan menyapa adik-adiknya yang tengah asyik bermain seekor bekicot di atas batu besar.

“Halo Luch,” sapa Ibu sibuk mencicip hidangan di atas kompor

“Di sekolah tadi Luch belajar bahasa inggris” ujarnya tawarkan senyum

“Bagus, bisa kan?”

“Hm…,?” Luch tersenyum meletakkan tas

Tiba-tiba saja ia berdiri memegang kepala di depan ibunya “Head”, “Hair”, “Nose”…, ujarnya menyebutkan satu-persatu anggota tubuh, entah kenapa tiba-tiba saja rautnya mendadak surut dan diam.

“Kakak sakit?”

“Bu, lalu gimana kalo kita bicara dengan bahasa inggris itu, kakak membayangkan pasti sulit, sama sulitnya waktu Luch belajar bicara dengan bahasa Indonesia pertama kali dulu, buktinya sampai sekarang Luch masih belum bisa bicara dengan bahasanya mbok Yem”

“Itu namanya bahasa Jawa”

“Emang bahasa di dunia itu ada berapa Bu?”

“Banyak”

“Nggak terbatas?”

“Ibu kurang tahu Luch, coba Tanya ayah”

“Ibu pasti tahu, karena ibu kan salah satu penduduk dunia, jadi pasti tahu berapa jumlah bahasa di dunia”

“Coba ambil peta Dunia-mu, setiap negara minimal memiliki satu bahasa, bayangkan saja kalau di dunia ini ada seratus negara, padahal satu Negara nggak mesti hanya memiliki satu bahasa tapi bisa jadi sepuluh, bisa juga seratus seperti negara ini”

“Kenapa bahasa di dunia ini nggak satu aja Bu, biar semua orang bisa bicara dengan Luch, dan Luch juga bicara dengan orang itu. Buktinya kakak belum faham apa yang dikatakan Mbah Yem dan teman-teman ayah yang rambutnya berwarna-warni itu”

“Itu namanya bahasa Dunia”

“Ada Bu!”

“Bahasa Dunia, antara lain bahasa Inggris yang kakak pelajari tadi”

“Bukan itu maksudnya, tapi semua orang di Dunia hanya memakai satu bahasa saja, nggak usah pakai bahasa inggris atau bahasa lainnya”

“Terus bahasa apa?”

“Tentu saja bahasa Indonesia, biar Luch bisa bicara sama teman-teman ayah. Hmm…,” lesung pipitnya cekung

“Terus gimana dengan orang-orang bule itu”

“Gulai?!”

“Bule sayang…”

“Apa itu Bule?”

“Orang asing, atau orang luar Negara Indonesia”

“Lalu apa sebutan orang luar Negara Indonesia kalau menyebut orang asing Bu?”

“Tergantung Negara mana?”

Sepertinya Luch langsung tanggap, ia hanya manggut-manggut membetulkan kata-kata ibunya, dengan bola mata melirik ke sana kemari seolah mencari-cari jawaban.

“Kenapa mesti harus ada orang Inggris yang berbahasa Inggris, dan orang Indonesia yang berbahasa Indonesia ya Bu,. Sebenarnya yang menciptakan bahasa-bahasa itu siapa?”

“Pasti ada, tapi ibu belum tahu, gimana kalau Luch yang cari tahu jawabannya”

“Ibu kan orang dewasa, jadi pasti tahu jawabannya”

Sontak tertawa “Belum mesti semua orang itu tahu jawabannya Luch…,termasuk ibu”

“Pasti ibu malas bicara sama Luch,”

“Nggak, serius ibu senang, tapi ibu benar-benar nggak tahu. Daripada ibu bohong dan pura-pura tahu, bukannya Luch nggak mau dibohongi?”

"Assalamu'alaikum…" suara itu terdengar dari ruang tamu

"Ayah pulang…!" teriak Luch lari dan naik dalam gendongan ayahnya

Sementara perempuan muda itu mendekat dengan sorot mata lelah mencium tangannya memandang Luch. Suaminya hanya tersenyum dan mendekap istrinya  setelah ditinggal satu tahun di luar negri.

Dua adiknya yang dituntun ke dalam Mbok Pariyem memandang asing pada sosok lelaki berhidung tinggi itu, Pak Ponijo yang baru datang langsung memberi salam menanyakan kabar ini dan itu sebentar.

Suasana sore hari di luar masih terasa panas, tapi dalam rumah mungil ber-AC terasa sejuk berkumpul di ruang keluarga.

Sejak siang itu Luch terus nempel dekat ayahnya, si kembar Hikam dan Hakim duduk di atas lantai memasang puzzle-puzzle. Secangkir cokelat hangat dan segulung kue dadar keju dan pisang kesukaan Luch Mbok Yem membawanya mengambinya dari dapur. Melihat Mbok Yem menenteng nampan itu cepat-cepat Hikam dan Hakim mendekati meja di depan ayah.

“Hmm…, halum…,-halum…” kata Hikam mencium-cium kue

“Pasti Enak!” timpal Hakim menyeruput secangkir cokelat hangat

Luch asyik mendengar cerita ayahnya tak menghiraukan kue kesukaannya itu.

“Nak Luch mau?” Mbok Yem menyodorkan satu kue

“Terima kasih Mbok, nanti ambil sendiri aja…, Luch lagi ingin dengar cerita ayah”

“O, ya…”

Sekilas Mbok Yem menghilang di balik sekat antara ruang keluarga dan ruang dapur.

Luch melihat Ibu-nya sekilas asyik membaca majalah,

“Sebenarnya kakak malas maem Yah, bagi Luch, waktu makan adalah waktu yang menyebalkan buang-buang waktu”

“Hm?” lelaki itu mengernyit aneh

“Makanan itu kan sumber energy Luch, masak kakak nggak tahu?”

“Kakak tahu, tapi…?” liriknya mencari-cari jawaban ”He…he…, andai saja ada alat penyuap makan”

“Ada?, tapi ayah nggak setuju”

“Tentu, karena buat orang jadi malas gerak, itu yang menyebabkan pembuluh darah tersumbat lantas jadi penyakit…” jelas-nya seraya tersenyum   

“Kakak sudah tahu cerita ummat nabi Nuh AS yang ditenggelamkan Allah?”

“Ya-ya!, kakak sudah pernah diceritain ibu, peristiwa banjir besar itu kan, kalau nggak salah ibu dan satu anaknya yang kafir nggak mau ikut perahu ayahnya akhirnya tenggelam?”

“Apa kata nabi Nuh pada anaknya dalam surat Hud 42, Ya Bunayya, irkab ma’ana wa la takun ma’a al-Kaafiriyn, lalu apa jawab  anak-nya sa’aawiy ila jabalin ya’shimuni min al ma’. Lalu ayahnya menjawab lagi La ‘ashima al yauma min amrillah illa man rokhim, saat itu putranya tenggelam dilibas ombak”

“Terus gimana dengan anak-anaknya yang lain?”

“Dalam al-Quran nama-nama anaknya tidak disebutkan, tapi dalam sejarah dikatakan bahwa 3 orang anaknya yang ikut perahu nabi Nuh itu bernama Sam, Ham dan Yaphets, na! 3 orang anaknya ini yang menyebar ke seluruh daratan bumi dan memiliki bahasa yang berbeda-beda,”

“Oo…,jadi begitu ceritanya” Mengangguk-angguk

“Luch pernah dengar kalau nama anaknya yang ikut tenggelam itu adalah Yam?”

“Bukan Yam, tapi Kan’an, Quran nggak menyebutkan nama anaknya sayang, itu pernyataan sejarah”

“Tapi memang begitu, kan?” liriknya seolah menemukan jawaban

“Maksudnya?”

“Yup-yup!,” mengangguk-angguk “Berapa umur Nuh saat terjadi banjir, Yah?”

“Dalam Qur’an surat al-Ankabut ayat 14 dikatakan umur nabi Nuh selama berdakwah di antara umatnya adalah seribu tahun sanah (tahun Qomaririyah) kurang lima puluh tahun (tahun musim)‘Am

“Apa itu Sanah dan ‘Am?”

“Dalam bahasa arab, dua-duanya sama diartikan tahun tapi sebenarnya memiliki pemaknaan yang berbeda. Tahun sanah (tahun Qomariyah, dijelaskan dalam Qur’an surat Attaubah 9: 36, dalam ayat ini dikatakan bahwa perhitungan bulan –syahr- di sisi Allah (ada) 12 bulan –syahr—dalam ketetapan Allah. Penjelasan 12 Bulan (syahr) adalah Planet Bumi dalam satu kali ber-Revolusi (mengelilingi Matahari, sebagai Pusat jatuh dalam tata surya kita), satu kali putaran mengellingi Matahari telah dikelilingi oleh (satelitnya) Bulan -Qomar- selama 12 kali inilah dissebut satu tahun kalender.

Sebelum terjadi topan besar nabi Nuh, rotasi bumi bersumbu pada ka’bah (ka’bah sebagai sumbu/poros bumi). Setelah alam semesta mengalami perenofasian (oleh Allah), -termasuk tata surya kita, yang didalamnya planet bumi- yang membuat perubahan-perubahan salah satunya adalah perubahan pada gerakan bumi yang mengarah ke kanan dan ke kiri yang terjadi pada sumbu/ poros bumi planet bumi, sumbu planet bumi bergerak ke kanan dan ke kiri yang menimbulkan kutub utara dan kutub selatan, dan ini pula-lah yang dinamakan tahun musim.

Jadi maksud tahun musim adalah gerak ke kanan dan ke kiri bumi itu. Panjang tahun musim pada zaman nabi Nuh setelah terjadi Taufan nabi Nuh sama panjang tahun musim sekarang itu berbeda. Tahun musim sekarang lebih pendek daripada tahun musim pada zaman dulu.

Dua fenomena di atas disimbolkan dalam ritul ibadah haji, yaitu Thowaf mengelilingi ka’bah (sebelum terjadi Taufan nabi Nuh) dan thowaf Sa’I (setelah terjadi topan nabi Nuh)”

Mata Luch sesekali berkeriyepan merah.

“Luch ngantuk…”

“Ayo mandi dulu,”

“Sebentar, Luch Tanya satu lagi!!” teriaknya mengacungkan jari “Kemana ummat nabi Nuh yang nggak ikut ke dalam perahu?”

“Mati,”

“Semua??”

“Ya,”

“Maksud Luch, misal pulau Jawa yang banjir, masak banjirnya melintasi pulau Kalimantan”

“Buka surat Hud ayat 37”

Cepat-cepat Luch membuka Qur’annya

“Maksud Luch…,”

“Itu adalah peristiwa maha dahsyat sayang, karena peristiwa tersebut yang menyebabkan poros bumi terbagi menjadi dua, yakni kutub utara dan kutub selatan, sebelumnya poros bumi hanya satu, yakni di Ka’bah. Sudah ayah jelaskan tadi, sejak itu Allah melakukan reformasi ulang alam semesta”

“Maksud ayah, dulu, bumi hanya terdiri satu daratan luas?”

“Yup!, karena banjir itu kemudian daratan bumi perlahan mulai terbelah yang kemudian memunculkan benua”

“Kenapa begitu?, Memangnya banjir berapa hari sampai menjadikan daratan bumi terbelah?”

“Bayangkan banjir yang terkadang cuma memakan 2-3 hari dengan ketinggian 2-3 meter saja sudah bisa merusak jalan aspal, gimana kalau itu terjadi sampai ratusan hari, apa yang terjadi. Buka surat 24: 11-14”

Setelah Luch membaca hingga selesai sejenak ia diam dengan sorot mata lurus ke pangkuan ayahnya.

“Berarti peristiwa banjir Nabi Nuh itu bukan hanya disebabkan air dari langit”

“Yup!, dari bumi juga, dikatakan awalnya air itu muncul dari dapur seorang kaum kafir nabi Nuh”

Luch diam mengambil pensil dan selembar kertas HVS dan menulisnya beberapa poin yang semua diberi tanda tanya besar di ujung kalimat poin.

“Luch jadi pusing Yah?” ujarnya sejenak memandang ayahnya

Muncul dua adiknya si kembar lari memakai handuk keluar dari kamar mandi dengan ibunya.

“Ayo Kakak, mandi dulu” seru ibu

Luch hanya mengangguk diam, barangkali ia tak ingin kehilangan kata-kata dalam fikirannya jika saja ia menimpali kata-kata ibunya. Ayah yang duduk di sebelahnya hanya menunggu Luch mengucapkan kata-kata.

“ 1, Berapa ratus hari banjir itu terjadi, 2, Kenapa Allah mesti mereformasi alam”

“Ayah akan jawab pertanyaanmu yang nomer dua dulu, tapi ayah yakin kakak pasti akan bertanya lagi”

“Apa?!”

“Allah me-reformasi alam karena manusia saat itu menyembah berhala yang mereka buat yang namanya patung Wadd, Suwaa', Yaghuth, Ya'uuq dan Nashr. Maksud Allah merenovasi alam, karena Allah ingin mengganti hamba-hambanya yang musyrik (men-dua kan Allah) dengan hamba yang senantiasa berbuat kebajikan dan menyembah Allah, untuk itu Allah menghapus kaum Nuh dengan peristiwa banjir”

“Itu renofasi Allah yang pertama, lalu keduanya?”

“Yaum as-Sa’ah atau hari kehancuran, dimana jagad raya bertabrakan antara satu dengan yang lain”

 “Hii?, serem!, kapan itu?”

“Hanya Allah saja yang tahu Nak”

“Luch masih ingat pelajaran ayah dulu?, kadang posisi bumi yang kurang baik dalam tata surya kita dapat menyebabkan penghuni bumi khususnya manusia stress, senang, nyaman kadang juga berantakan tak karuan. Dan jelas posisi itu juga berpengaruh pada tatanan geografis bumi, yang kadang menyebabkan hujan badai, pergeseran lempengan bumi yang menjadikan gempa dsb”

“Apa hubungannya dengan banjir besar pada waktu nabi Nuh?”

“Nah!, orang jarang menanyakan pertanyaan itu, kenapa waktu nabi Nuh sampai bisa terjadi banjir besar menutupi perbukitan dan gunung-gemunung. Seperti yang ayah katakan tadi, saat itu posisi bumi dalam tata surya kita tidak menentu yang menyebabkan air dalam perut bumi itu memancar dan terjadi hujan badai. Dan itu semua sudah di katakan dalam al-Qur’an”

Muncul dari dalam ibunya membawa handuk dan baju Luch

“Kakak tahu sekarang jam berapa?” ujar ibunya

“Ya, kakak ngerti”

“Kalau ngerti seharusnya apa?”

“Tapi kan kakak sudah mandi”

“Lalu kewajibannya?”

Tanpa berkata lagi cepat-cepat Luch beranjak dari sofa dengan wajah bersungut-sungut meninggalkan ayahnya yang tersenyum memandang istrinya.

@@@

Tidak seperti biasanya selesai sholat maghrib Luch membuka-buka Qur’an terjemah di kamar tidurnya, sesekali ia membaca, sesekali mendengar penjelasan dari ayahnya.

“Lalu banjir Nuh?”

“Dari beberapa buku sejarah yang bersumber pada kitab kejadian”

“Apa itu kitab kejadian?”

“Itu kitab suci milik Siska”

“Umat Kristiani?”

“Ya, kalau di umat islam semacam Qur’an dan Kitab kejadian adalah salah satu bagian dari injil”

”Dikatakan bahwa banjir nabi Nuh selama 600 tahun dan surut pada bulan pertama”

“Enam ratus tahun?”

“Sebentar Kak, yang jadi masalah sekarang adalah karena kitab itu sudah banyak mengalami perubahan dari yang aslinya”

“Maksudnya?”

“Sebagian ummat itu sudah menggantinya dengan yang asli, jadi entah text itu benar atau tidak ayah belum mempelajari hal itu”

Luch tak berkutik dari lembaran-lembaran kitab itu saat terdengar geritan suara pintu dibuka

“Besok ada PR Kak?”

“Ada,”

“Sudah dikerjakan?”

“Yap!, Sudah kakak kerjakan di sekolah tadi” jawabnya tak menoleh

Tanpa berkata lagi Ibu menghilang di balik pintu kamar dan menutupnya lagi

“Dalam literature sejarah, Sam yang kemudian menempati bagian Barat, Barat Daya Asia, dan sebelah utaranya, Habsyi dan lembah Nil di Afrika, yang pada kemudian menjadi bangsa Arab, Yaman, Habsyi, Aramiah (Punesian), Kan’anit (Ibrani), Babylon, dan Asyur. Keturunan Ham menjadi hitam-hitam menempati Afrika Utara, Timur dan beberapa daerah Afrika Tengah yang menjadi bangsa Negroid, Nubian, Barbarian, Habsy kuno dan pendudukan Mesir sebelum penakhlukan Hexos. Sedangkan keturunan Yaphets menjadi dua kelompok besar, sebagian menuju Asia Bagian Tenggara menjadi nenek moyang Hindhu dan Cina, kemudian sebagian lagi menuju daerah Utara dan Barat yang turunkan bangsa Eropa. Sebagian turunan tersebut terkenal dengan sebutan “Arian” berasal dari bahasa Sansekerta kuno “Aria” yang artinya (luhur dan mulia) yang kemudian menjadi bangsa Eropa dan Emigran-emigran  yang pergi, Persi, Kurdi, Bukhara, Afgan, India ndan cabang-cabangnya”

 

 Organization Chart

 

Organization Chart

 

Organization Chart

 

Organization Chart

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

         

@@@

Jarum jam dinding kamar menunjukkan pukul sembilan. Sementara dua orang adiknya terlelap dalam selimut tebal, Luch masih sibuk di depan layar monitor dengan jari-jari lincah memencet tut keyboard.

Muncul sederet nama-nama nabi,

Nuh AS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tapi yang kami maksud dengan bahasa di sini itu bukan itu maksudnya, aku kan manusia” senyumnya menampakkan gigi susunya yang masih putih

 Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .

ôÇÍÈOƒÈqø)s? Ç`|¡ômr& Îû`»|¡SM}$#$uZø)n=y{s)s9  z

 sempurna”

“Memang Tuhan mengatakannya begitu, buktinya al-Quran sendiri bilang seperti itu bahwa”

 

 

“Lalu siapa nenek moyang manusia”

“Tentu saja nabi Adam AS”

“Siapa itu Adam??”

“Bodoh, Adam nggak tahu??, maksudku nabi Adam itu…yang pertama kali diturunkan ke bumi. Kata ayah begitu…??”

“Bukan, manusia Homo” sangkal Cad mengibas-ngibaskan ekornya yang panjang

 

 

“Manusia Homo?”

 

“Kapan Hikam bisa bicara?”

“Kira-kira usia sembilan bulan,”

“Luch?”

“7 bulan”

Entah kenapa, tiba-tiba mendadak diam, sementara perempuan berjilbab putih itu sibuk dengan adonan masakannya, sesekali mencicipi

Seekor kucing muncu

“”

Sejenak wanita muda itu diam tersenyum memandang sorot mata bening berkilatan

Tatap matanya menunggu dan terus menunggu jawaban yang keluar dari bibir perempuan itu

 

“dan lagi, kalau pertanyaanya belum dijawab ia akan terus mengejar-ngejarku sampai ku  jawab”

Sontak Suaminya tertawa terbahak-bahak “dari rahimmu dia di lahirkan Yang…, kenapa mesti berkeluh kesah. Orang pasti ngiri punya anak se-cerdas dia”

“Tapi kalau itu kelewatan Bi,”

“Sayang…,”

"Kenapa orang mengatakan ini meja, itu kursi dan ini komputer" begitu tanyanya suatu saat

   Hingga suatu saat, keluarganya di boyong ke beberapa negara mengikuti tugas ayahnya sebagai diplomasi salah satu Universitas terkemuka di Indonesia. seja itulah pertanyaan-pertanyaan muncul berhamburan, ibu-nya yang sering kewalahan menjawab pertanyaan itu sering mengadu pada suaminya seusai pulang tugas. 

beberapa negara, semenjak itu, pertanyaan pun semakin bertambah. Awalnya ia hanya bertanya kenapa ada bahasa inggris yang tidak bisa difahami-nya, sekarang ia pun bertanya kenapa mesti ada bahasa lain lagi yakni bahasa jepang, jerman dan perancis. ia pikir itu salnagt menyulitkan orang untuk komunikasi, tapi ketika itu ia sering memperhatikan ayahnya berbicara dengan bahasa asing yang sama di berbagai negara.

 

 banyak bahsa, kenapa bahasa tidak hanya satu, biar orang bisa saling komunikasi dan lain sebagainya.

 

 

 

 

Bicara soal wahyu dan akal,aku sepakat dengan Sa’adia bin Joseph, tokoh Yahudi abad pertengahan, ia mengatakan bahwa agama memerlukan akal untuk menjelaskan dan mempertahankannya. Dengan kata lain, akal mempunyai peran kedua setelah wahyu. Karena itu wahyu tidak perlu takut dengan akal karena bagaimanapun hukum alam (Jagad raya alam semesta, ciptaan Allah) bersifat pasti.

 

3. “Kalau menurutku sudah………..tapi tak sempurna al-insan”

“Kenapa??/”

“Kelompok manusia atau yang dinamakan Hominid / Hoindae itu juga mengalami evolusi seperti yang kau katakana tad. Dari al-Basyar menjadi al-insan, konon yang tertua dari jenis Hominid yang disebut Australopithecus Ramidus ditemukan di Afrika dan hidup sekitar 4,5 juta tahun yang lalu. Sementara itu muncul kelompokmanusia (homo)pada 3 juta tahun yang lalu baru menjadi manusia modern (Homo Sapiens) yang hidup sekitar 175.000 tahun yang lalu. Yang menurut istilahmu adalah disebut sebagai al-basyar. Dan pertumbuhan bahasa sendiri dimulai sekitar 150.000 tahun yang lalu.

Tapi bahasa yang ada pada saat itu hanyalah berupa system cll

“Ok, kita akan jelaskan sebelum adanya system call. Teori yang diajukan oleh Charles F. Hockett dan Robert Ascher dalam tulisannya yang berjudul “The Human Revolution” (dalam majalah Current Anthropology, Vol. 5, no. 3, Juni 1964). Pada prinsipnya ahli-ahli menerima bahwa sekitar 2 – 1 juta tahun yang lalu makhluk yang disebut Prota Hominoid, sudah memiliki semacam system komunikasi yang disebut call (panggilan)

“Apa sama antara Hominid dengan Hominoid”

“Beda, Prota Hominoid yang pernah ditemukan di Afrika Timur yang disebut Proconsul berasal darizaman Mosen Tengahan / Miosen Akhir atau pada zaman Oligosen. Sekalipun menurut para ahli, Gibbon dan Siamang merupakan turunan dari prota hominoid. Tapi proconsul ini tidak menjadi nenek moyang Gibbon dan Siamang. Makhluk prota hominoid adalah makhluk arborcal (hidup dipohon-pohon), mereka berkelompok antara 10-30 anggota. Mereka sudah menggunakan tongkat dan batu sebagai peralatan kasar mereka. Proto hominoidini tidak mampu berbicara, mereka menggunakan system komunikasi seperti pada Gibbon modern. Dari system call yang digunakan ini pada akhirnya diturunkan menjadi sitem komunikasi. Yang pertama menjadi system call pada Gibbon, sementara yang satnya berkembang menjadi bahasa nenek moyang manusia.

 

“U……bicara tidak langsung berarti kau sepakat dengan teori evolusi Darwin.

 

Karena perubahan cuaca,maka hutan-hutan rimba mulai menyusut, di sana-sini muncullah tempat-tempat terbuka. Karena persaingan antar kelompok-kelompok prota hominoid dalam hutan yang semakin menyusut, maka ada kelompokyang terpaksa berjalan di tempat terbuka untuk bermigrasi ke hutan yang lain. Kemungkinan hutan yang didatangi juga sudah berpenghuni, maka mereka mencari hutan lain juga. Prota hominoid yang menang tetap menguasai hutan, inilah yang menurunkan nenek moyang Gibbon. Sedangkan yang lemah dan gagal dalam persaingan inilah yang mungkin Luch sebut dengan al-basyar tadi atau yang isebut dengan Hominid.

Dengan turunnya Hominoid ke tanah, maka mereka akan mengalami perkembangan. Dari kemampuan mereka membawa sesuatu dengan tangan yaitu membawa senjata kasar menghadapi bahaya yang mengancam dan membawa makanan yang telah dikumpulkan.

Kemampuan membawa senjata dan makanan ini mereka alihkan pada fungsi tangan dan mulutnya pun mulai menganggur. Saat itupula merekamulai mengoceh yang disebut dengan system call. System ini terbubagi menjadi 2, dari system tertutup menjadi sitem terbuka. Sistem tertertutup karena hanya dpat dipahami oleh kelompoknya saja. Tapi lambat laun sitem tersebut dipahami juga oleh kelompok lain, yang dalam bahasa disebut adanya kovensi (kesepakatan). Akhirnya jadilah sitem terbuka. Tentu saja dari sitem tertutup menjadi sitem terbuka ini membutuhkan waktu ribuan tahun. Keran suatau alasan, kovensi-konvensi terperinci dari suatu system terbuka dialihkan (ke generasi lain / orang lain) secara genetis. Hominid muda mengeluarkan call secara naluriah selain itu juga mengeluarkan call seperti orang tuanya dan harus menyimpulkan makna dari gabungan-gabungan itu. Jadi satu sisi call itu diwariskan melalui belajar mengajar, sedang sisi lain adalah adanya penambahan secara genetis. Dalam tahap ini disebut dengan istilah Pra-Bahasa. 

Bahasa yang sesungguhnya diperkirakan baru sekitar 100.000 – 40.000 tahun yang lalu.

Dengan perubahan bentuk badan yang semakin tegak, maka terjadi juga pengaruh dalam menghasilkan bunyi-bunyi.”

 

“Ya, perubahan sikap badan ini juga sangat mempengaruhi kemampuan berbahasa”

 

“Ya, tapi dari segi evolusi, makin tegak posisi tubuh, makin sempurna fungsinya. Salah satu contohnya adalah Simpanse, sekalipun ada kemiripan-kemiripan tertentu antar manusia dengan Simpanse, tapi tetap saja dua makhluk ini berbeda. Pada primat non-manusia, Simpanse mempunyai lidak ukuran yang tipis dan panjang, tapi kesemuanya ada dalam rongga mulut, bentuk yang seperti ini lebih cocok sebagai alat untuk kebutuhan non-vokalseperti meraba, menjilat dan menelan mabgsa. Secara komparatif, Rasio Lidah dengan ukuran mulut juga sempit sehingga tidak banyak ruang untuk menggerakkan lidah ke atas, ke bawah,ke depan dan ke belakang. Ruang gerak yang sangat terbatas ini tidak memungkinkan binatang untuk memodifikasi arus udara menjadi bunyi yang berbeda-beda dan distingtif.

Beda dengan manusia, Laring pada binatang seperti Simpanse terletak dekat dengan jalur udara ke hidung sehingga waktu bernafas,laring tadi terdorong ke atas dan menutup lubang udara yang ke hidung. Epiglotis dan Velum pada binatang juga membentuk kelep yang kedap air sehingga binatang dapat bernafas dan minum serta makan secara simultan.

Letak gigi primata merupakan deretan yag terputus-putus agak miring ke depan, letak gigi seperti ini lebih mudah untuk mencari makan, dengan bibir juga. Bbibir ini tidak fleksibel seperti manusia sehingga ia tidak bisa diatur untuk dipertemukan dan dilencengkan untuk hasilkan bunyi  / suara yang berbeda.

Secara proporsional rongga mulut menusia kecil, dengan lebih tebal sedikit menjorok ke tenggorokan sehingga lebih fleksibel, bisa dinaik-turunkan , maju-mundur / diratakan. Posisi inilah yang menghasilkan bunyi-bunyi vokal.

Adanay perluasan roangga otak dalam pertumbuhan manusia, maka letak laring maupun epiglottis manusia semacam “terdorong” ke bawah sehingga letaknya jauh dari mulut. Bila dibandingkan dengan binatang.

Epiglotis yang letaknya jauh dari mulut dan velum membuat manusia dapat menghAyahskan udara melewati mulut mulut maupun hidung.

Gigi manusia yang jaraknya rapat, tingginya rat dan tidak miring ke depan membuat udara yang keluar dari mulut lebih dapat diatur,begitupula dengan bibir manusia yang lebih dapat digerakkan.

“Ya, dengan posisi badan tegak mempengaruhi paru-paru, yang dengan itu manusia bisa lebih mengatur nafas dan bunyi-bunyian yang keluar”

 

“Ok, pertemuan kita hari ini saya rasa cukup di sini, besok pagi dengan materi pelacakan sekitar

 

“Ok, apa kita punya cukup ringkasan pengetahuan sekitar manusia sekitar Adam??”

“Ya..”

“Setelah ini, yang kita butuhkan adalah informasi tentang perkembangan bahasa”  

 

 

 

 

 

 

Piktograf = lukisan kuno

 

BAHASA

 

Teori Bow wow    “Bahasa timbul karena tiruan bunyi-bunyi yang terdengar di alam.

 

Tuhan ----à Adam                                    Adam  ß---à Hawa

               

 

Alam                                             Arbitrer            Arbitrer

 

 

Basyar  ----------------- Insan                                     Konvensi

(M. Purba)             (Adam)

                                                                              Nuh

 

 

                                                      Sam                 Ham                Yaphets                                                                      

 

 

 

 

Luch dan Imajinasi Bahasa Planet Bumi

 

Seorang anak lelaki asyik kejar-kejaran dengan serkor kucing di lading depan halaman rumah di sebuah kaki gunung, sementara seorang lelaki tua dengan caping bundar sibuk di kebun halaman depan rumah.

Pagi yang sejuk oleh guyuran hujan semalam. Langit biru cerah dengan goresan-goresan awan putih, di ujung sana terlihat kokoh gunung gemunung hijau dengan arsiran pohondi bawahnya, dan puncak yang tertutup oleh selaput awan tipis.

Tiba-tiba muncul seorang nenek-nenek memakai kebaya dengan rambut bergelung kecil di belakangnya, ia berdiri di samping pintu. “Nak Luch……., ayo sarapan dulu”

“Ya nek….., sebentar !!!, Anak-laki-laki itu meloncat-loncat sembunyi dengan seekor kucing putih di balik rumput tinggi.

“Nak Luch….,ayo makan….”

“Sebentar Nek…., sebentar lagi!!!” Jawabnya tak menghiraukannya.

 

dan Luch selesai makan malamnya di dapur bersama Pak tua itu berdiri memberi kode, cepat-cepat Luch menurutinya. Setumpuk Sandwich dan segelas susu, ia menghabiskannya di meja makan. Kucing menjilati semangkuk susu segar di bawah kursinya. Seandainya saja kamu bisa bicara…..Cad, fikirnya cepat melongok.

 

“Melihat pak tua berdiri emperhatikannya, sesaat Luch menurut.

Di atas meja telah tersedia setumpuk Sandwich dan segelas susu hangat. Sebelum makan mulutnya terlihat komat-kamit menengadahkan kedua tangan sesaat mengusapkannya ke wajah.

“Selamat makan Cad” longoknya di bawah kursi

“Moekaaaaannnn…..”

Saat Luch mulai menyantap sarapanya, tiba-tiba terdengar layar komputer menyala, pertanda ada pesan yang masuk. Cepat-cepat ia lari ke kamarnya, sementara Cad –si kucing putih, berbulu hitam itu—hanya menolehnya sebentar dan menjolati susu dalam mangkuk menggoyang-goyangkan ekornya yang panjang.

Dalam beberapdetik tiba-tiba terdengar teriakan keras Luch memanggil-manggil, Cad menolehnya sebentar dan terus menjilati susu. Biasa, sikap Luch memang begitu dari dulu, sukaheboh meski masalah kecil. Entah kenapa harus yang memeliharaku, fikir Cad yang sering dibikin nyaris copot jantungnya oleh teriakannya yang tiba-tiba histeris.

“Cad…….!!!!, kemari, ada kabar bagus “teriaknya lagi.

“Iyyaaa’, sebentar!!!” jawabnya melenggang ke arah kamar. “Paling juga ayah mau dating…..” Fikirnya mengopat-apitkan ekornya dan berdiri di abang pintu,

“Besok kakak pulang!!!”

“Kau ini….mengganggu acara makanku saja”

“Maaf….????!!!,Maaf???!!!” jarinya lincah memencet-mencet tombol key board.

“Kau mengusirku???”
”Tidak……..!!!!”

Malam itu Luch tiduran di pangkuan Mbok Anom di depan layar TV, sementara Pak Anom sibuk menutup jendela dan gordyn dan mondar-mandir mengunci pintu-pintu.

“Lalu Mama dan papa luch……?”

“Kakek dan Nenek”

“Lalu kakek dan nenenk??”

“Ya……?, neneknya nenek-nenek”

“Lalu neneknya nenek-nenek?”

Mak Anom diam tercenung “kamu ini le, bikin simbah bingung” Luch tersenyum lebar, sejenak alis matanya mengernyit “Lalu neneknya nenek-nenek ini siapa Mak?”

“Ayah Adam S.A.W

“Berarti NAyah Adam yang mengajari orang-orang di Dunia bisa bicara ya ?”

“Ya, jawbnya pura-pura tahu dengan harapan Luch tidak Tanya lagi.

“Lalu yang ngajari NAyah Adam bicara itu siapa?”

Bukannya lega, justru kepala makin berputar-putar. Orang tua kurus bergelung kecil itu menyambut senang melihat kedatangan suaminya yang juga berbadan kurus dengan tulang rahang sedikit bertonjolan.

“Pak ini lho, Nak Luch Tanya katanya yang ngajari NAyah Adam bicara itu siapa?”

Kakek beruban itu mengernyit bingung “yang ngajari NAyah Adam itu ya……………????!!!!!!”

“Allah !!!!!”teriak Luch senang, sejenak sorot matanya nampak kebingungan

“Ber – ar – ti NAyah Adam pernah ketemu sama Allah?”tanyanya lagi

Hening, semua hanya tersenyum.

“Sebentar, :Katanya menyimak fikirannya” Kata guruku Adam itu kan manusia pertama, kalau begitu manusia purba juga salah satu bagian dari manusia, ma……..”

“manusia purba itu siapa??/”

“Ya…. Homo Sapiens dkk yang bentuknya jelek mirip kera, padahal kata guru agama, NAyah Yusuf salah satu ketrunan dari Adam itu adalah laki0-laki paling ganteng se-Buli, kok nenek moyangnya jelek begitu??”

“Husy….!, manusia itu bukan anak cucu kera”

“Tapi kan memang begitu Mak…..”

Dua orang tua itu melirik bingung.

 

Dalam ruang kelas bangku perkuliahan jurusan bahsa itu sepuluh orang mahasiswa nampak serius menyimak kata perkata penjelasan Dosen. Sesekali pertanyaan dating dan mengalir menyempurnakan topik pembahasan mata kuliah pagi itu.

2. History

Luch & Mahesa

 

L: “ Menurutmu, bermula dari mana bahasa manusia, kata Luch

M: “Manusia pertama, Adam”

L: “Kau yakin manusia pertama itu Adam?”

M: “Tentu”

L: “Lalu siapa manusia purba itu?, apa itu bisa dibilang Adam,”

Luch ngikik “jadi kau anak cucu manusia kera?” Luch meledakkan tawanya

M: “Mahesa bingung, “Kau ini gila…” tuturnya kkesal

L: “ya, kau bilang manusia pertama itu Adam bukan?” lalu aku Tanya siapa manusia purba yang mirip kera itu, apa itu Adam juga, jika demikian…nenek moyangmu adalah kera “Luch tervbahak-bahak berarti teori evolusi Darwin itu benar, jangan-jangan kau pengikut Darwinian”

M: Mahesa diam denga raut wajah berlipat-lipat.

L: “Hei….ingat ayat…..

 

 

Logikanya, masa Allah meminta malaikat untuk bersujud pada manusia kera

M: Mahesa diam tak berkutik.

L: “Kalau perhitunganku begini: Adam hidup sekitar 4.000 th SM, jika kita tambahkan tahun masehi ada sekitar 6.000 – 10.000 tahun yang lalu, sementara fosil manusia purba yang dapat dikatakan sebgai Modern Hamens yakniHomo Sapiens hidup sekitar 175.000 tahun yang lalu, lalu benarkah manusia purba yang mirip dengan kera itu termasuk Adam?”Dan apa kau tahu juga mengapa malaikat enggan ketika Allah memerintakan untuk sujud (hormat) Adam. Dalam terusan ayat di atas 2/30:

 

 

Karena malaikat tahu jika pekerjaan manusia di Bumi itu hanya membuat kerusakan, itu artinya sudah ada peristiwa yang menyebabkan malaikat berkata demikian.

M: “Jadi maksudmu Adam berbeda dengan manusia purba?”
L: “Dan Adam juga bukan manusia berakal pertma yang tinggal di Bumi

M: “Kau ini bagaimana??”

L: “Aku tetap mengakui bahwa manusia purba itu juga punya akal seperti Adam”

M: Alis mata Mahesa berkerut-kerut

L: “Tapi bukan Adam….

M: Mmmmm, hhmm……….

 

3.

Punya cita-cita kelak aku menuruni bakatnya, malamnya beliau menggabungkan dua kata bahasa yakni lughoh dan language menjadi kata Luch

 

Sepanjang idupnya dipenuhi dengan sebuah pertanyaan “Darimana asal sebuah kata”

“How….filosofis bener kakekmu….”

“Luchiana, dari sua ata yakni Lughoh dan hikayat yang menjadi frase Hikayat al-Lughoh

“Kenapa hikayat bukan al-Ashlu?”

“Beliau ingin sekali menemukan titik terang permualaan bahasa manusia dari cerita al-qur’an yakni tentang Adam dan Nuh”

“Kakekmu pasti orang yang cerdas”

Chica tersenyum “mungkin, tapi aku kecewa sampai sekarang aku tidak bisa menuruni bakat kakekku intu”

“O, ya kau lulusan dari jurusan apa?”

“Bahasa dan Sastra Arab”

“Kau pasti mahir berbahasa Arab?”

Chica tersenyum kecut

“Bagaimana kalau aku panggil Luch saja”

“Boleh, tapi biasanya orang memangggilku Chica”

“kukira panggilan Luch lebih bermakna filosofis”

“Ok, baiklah….”

“Kau sendiri apa jurusanmu?”

“Kita sama, hanya saja jurusanku Bahasa dan Sastra Indonesia”

Laki-laki itu membetulkan letak kaca mata bulat bergaris hitam

“O,ya….ada satu hal yang ingin kutanyakan, katanya… sedikit serius ”Kau pernah dengar pembahasan tentang hakikat bahasa?”

“Ya?”

“Antara Cratylus dan Hermogenes?”

“Ya…….”

“Bagaimana menurutmu?”

“Sebenarnya pembahsan tentang iotu cukup menjenuhkan, tapi……tak apalah”

“Kenapa??”

“Ya, diskusi tentang asal-usul bahasa manusia bukan?”

“Rupanya kalian juga sudah bangun “ suara itu terdengar di balik jendela hitam

“Knalkan…..dia seniorku “Kata Luch pada Mahesa

“Rinto”

“Mahesa”

“Situasi di sini nyaman ya?” katanya melipat tangan ke dada

Hari itu mereka menghAyahskan waktu hingga menjelang maghrib di teras, mengakrabkan satu sama lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Luna                                              Reza

                                                                  Lewat pertemuannya di chatting

 

 

                  Luch

 

-          Luch gembira atas kedatangan kakaknya

-          Berempat di kelasnya

-          Mahesa terang-terangan suka Luna

-          Luch, kakaknya Tanya tentang kekasih

-          Siregar sembunyi-sembunyi suka Luna

-          Mahesa dan Siregar perang dingin

-          Hanhan just friends Luna

-          Luna pilih menyendiri

-          Luch bertemu Luna di sebuah Milis Bahasa

-          Chatting tuar pikir tentng bahasa

-          Luch kaget saat Luna itu anak sd kelas lima

-          Luch sayang Luna dan menanyakan tentang apa kakak sudah punya pacar? Dan cerita tentang kakakyaHakim.

-          Afe baca ada email yang masuk dan kabarkan adiknya sakit (Luch)

-          Luna sempat kaget menanyakan sakitnya dan menanyakan tentang siapa yang

-          Luna bertemu kakak Luch,Hakim sat jenguk ke Rumah Sakit

-          Mereka saling suka (Luna danHakim), Luna tidak boleh pulang oleh Luch

-          Besok kalau aku sudah gede ingin punya pacar seperti kak Luna, seraya mencium pipi Luna

-          Luch bertemu Luna di internet

-          Chatting tukar piker tentang bahasa(Luna dan Luch)

-          Luna main ke tempat Luch.

Psikologi Pendidikan Alternatif / Formal

 

Psikologi Pendidikan, Samadi Suryabrata (B. A, Drs. M.A, Ed.S, Ph.D, Raja Grafindo Persada, Juni 1993)

 

Faktor yang mempengaruhi perkembangan pendidikan. Pada dasarnya dapat digolongkan menjadi tiga golongan:

1.     Aliran Nativisme (bawaan), tokohnya Schopenhauer à Plato, Descartes, Lambroso

2.    Aliran Empirisme, tokohnya John Locke

3.    Aliran Konvergensi (dua-duanya), tokohnya W Sterm

 

Dibiarkan mereka meraba segala sesuatu yang belum pernah mereka ketahui. (hlm. 18)

 

Mencoba memberikan materi tidak lagi seperti anak-anak kecil pada umumnya, melainkan memberikan sebuah materi baru yang mana itu belum pernah mereka sentuh.

 

Motif-motif

1.     Aktifitas yang didorong oleh motif intrinsic ternyata lebih sukses dari pada yang didorong oleh motif ekstrinsik. Hal ini dapat diusahakan dengan jalan menumbuhkan dan mengembangkan minat mereka.

2.    Hindarkan sugesti-sugesti yang negatif

3.    Persaingan yang sehat, baik antar individu maupun antar kelompok dapat meningkatkan motif untuk belajar.

4.    Self competition dengan menggunakan grafik prestasi sangat berguna.

 

Perhatian

-          Perhatian yang intensif akan mengahasilkan prestasi yang tinggi

-          Perhatian yang spontan / tidak disengaja cenderung untuk berlangsung lebih lama dan lebih intensif dari pada disengaja.

-          Dapat menarik perhatian anak didik.

 

Fikir

-          Bahasa dan fikr keduanya sangat erat berhubungan, maka dari itu perkembangan bahasa yang baik adalah keharusan (syarat) yang harus dipandu untuk perkembangan fikiran yang baik.

-          Memberikan bimbingan kepada mereka yang terpenting bukan memberikan pengertian yang sebanyak-banyaknya, melainkan memberikan sejumlah terbatas pengertian kunci yang fungsional.

-          Tanggapan bukan satu-satunya hal yang ada dan perlu dalam orang berfikir. Tanggapan hanya mempunyai peranan yang terbatas, yaitu:

a.            Bahan ilustrasi, memudahkan pemecahan problem

b.            Bahan verifikasi, menguji kebenaran suatu pemecahan

-          Penggunaan Diagram, peta, bagan, ihtisar sering sangat membantu dalam berfikir. Maka latihan untuk dapat menggunakan dan membuat alat-alat Bantu tersebut sekiranya dikembangkan pada anak didik kita.

 

Pengamatan

Pengamatan merupakan pintu gerbang untuk masuknya pengaruh dari luar, baik pengaruh dunia fisis, pengalaman maupun pendidikan. Karena itu usaha dalam hal ini pokoknya dapat digolongkan menjadi dua macam:

1.     Usaha Preventif è Yakni penjagaan jangan sampai panca indra menjadi cedera / menjadi tidak normal berfungsinya.penyediaan alat-alat yang tidak merusak panca indra.

2.    Usaha Korektif / Kuratif è dalam cara menangkap sesuatu ada, maka dari itu dibedakan menjadi 5

-          Tipe Visual

-          Tipe Auditif

-          Tipe Takyil

-          Tipe Guslatif

-          Tipe Olfaktoris

 

Perasaan

-                      Dalam memerikan pendidikan seharusnya diusahakan dalam keadaan gembira karena sifat gembira ini dapat menggiatkan.

-                      Menumbuhkembangkan perasaan rohaniah yang sebaik-baiknya

-                      Perasaan-perasaan tertentu sangat jelas perkembangannya pada masa remaja, misalnya rasa kebangsaan, perasaan social, keagamaan dll. Maka pendidik harus menggunakan masa peka ini dengan sebaik-baiknya.

-                      Secara ideal perasaan-perasaan itu harus dikembangkan secara seimbang

-                       

“ Tuhan……….sampai kapan penderitaan ku ni akan berakhir……”

 

 

 

“Tuhan………….., andai saja dia benar jadi milikku suatu nanti, aku bersumpah akan bersujud di hadapanMu dan kan ku kerjakan segala perinta2. “Dalam Al-Qur’an ada 2 kata yang harus kita bedakan untuk menyebut golongan manusia. Luch mulai menuliskan ayat pada white board dan berkata “Oke, kita berangkat dari Surat Shaad (38) ayat 71-72

Awalnya Allah memiliki satu proyek, yakni                 (menciptakan golongan manusia), kukatakan ini dengan golongan manusia, karena pada ayat sebelumnya An-Naba’ ayat 8 menerangkan tentang penciptaan alam, Allah menciptakan makhluq-Nya secara berpasang-pasangan (            )

Ini adalah fase pertama menciptakan. Kemudian fase kedua yakni            (menyempurnakannya) dalam arti menjadi bentuk yang bagus dan indah karena basyar sendiri memiliki arti yang tampil dengan (al-husna) dan keindahan (al-jamal) dan fase ketiga adalah ………………. (meniupkan ruh)”

“Bukannya semua makhluq punya ruh juga?”

“Ruh yang dimaksud di sini adalah Ruh Ilahiyyah karena pada kata  ….. terdapat huruf …. Yang menunjukkan  (Aku) yang dimaksud di sini adalah Allah.”

“Apa iyi”

“Ku katakana ini sebagai wahyu”

“Wahyu????”

“Ya, menurutku hal inilah yang membedakan hewan dan manusia”

“Sebentar, kau belum menjelaskan  2 kata penyebutan manusia tadi”

“Baik, sampai pada fase kedua tadi itulah yang disebut dengan al-Basyar. Yang lebih kita kenal sekarang adalah sebagai manusia Homo sapiens dsb. Sementara setelah Allah meniupkan ruh-Nya(3) dengan proses. Saya katakana proses karena sebelumnya ada kata (         ) yang mana ini menunjukkan keterangan waktu (Dharaf zaman), meskipun Allah menyatakan Kun fa Yakun, tapi menurut kita di Bumi membutuhkan waktu tak sedikit, bisa beribu tahun atau bahkan berjuta-juta tahun hingga jadilah al-insan, yang kita sebut dengan genersi Adam.”

“Penciptaan manusia ada 2 fase yakni generasi sebelum Adam (al-basyar) dan generasi Adam dan selanjutnya begitu?”

“Kurang lebih begitu,”

“Lalu kenapa sampai kini yang kita temukan justru fosil mannusia purba al-basyar, bukan Adam dan anak cucunya, katakana saja Kaum NAyah Ibrahim, atau lain-lainnya”

“Aku sendiri kurang tahu tentang hal itu, kalau dugaanku karena struktur tulang manusia purba (al-basyar) lebih kuat ketimbang al-insan (Adam) jadi lebih tahan terhadap situasi cuaca alam sekalipun beribu-ribu tahun.

“Bicara soal wahyu tadi, aku jadi teringat perkataan seorang filosof Yunani abad pertengahan Sa’adra bin bin Joseph yang mengatakan bahwa agama memerlukan akal untuk menjelaskan dan mempertahankannya, dengan kata lain akal mempunyai peran kedua setelah wahyu,”

“Aku sepakat, dengan begitu agama tidak usah takut dengan akal, karena selama ini orang berfikir kemampuan akal akan mengalahkan wakyu”

“Ya, jelas tidak mungkin karena bagaimanapun hokum alam bersifat pasti sedang akal belum pasti. Hokum alam di bawah naungan wahyu, maka kebenaran akal dengan kebenaran wahyu jelas lebih tinggi wahyu”

Mereka diam sejenak, Luch menyangga dagu, sementara tangan Mahesa terus dan terus menggoyangkan pena di atas kertas.

“Hubungannya dengan bahasa…….”

“Kita ketemu satu point, bahwasanya Adam bukan manusia pertama yang ada di Bumi……”

“Lalu bagaimana keberadaan bahasa?, apa al-basyar juga sudah memiliki bahasa?” 

Asal Sebuah Tulisan

 

“Lalu, menurutmu dari mana asal tulisan diciptakan?”

“Untuk tahu masalah itu, cobalah cari sejarah budaya bangsa Cina, India, Arab dan Yunani, karena keempat itu adalah Negara tertua di Dunia”

Luch diam menumpangkan tangannya pada kepala, sepertinya ia sedang berpikir keras, “Hmmm……, Oke”

Ia melesat di depan meja komputer “Ayo kita cari Negara itu”

‘C – I – N – A, ia tekan satu tuts

Dalam hitungan berapa detik artikel muncul berpuluh-puluh lembar, mousenya terus bergerak-gerak. 

 

“Sebenarnya permasalahan seperti itu sudah ada sejak abad ke-5 SM, Plato dalam karya filosofisnya yang diujudkan dalam bentuk dialog Cratylus – Hermogenes.

“Sebenarnya permasalahan ini sudah ada sejak abad 5 SM, persoalan dikotomi tentang hakikat bahasa antara fisei dan nomos telah tertuang dalam karya filosofisnya Plato yang diwujudkan dalam bentuk dialog antara Cratylus dan Hermogenes. Cratylus mengatakan bahwa kata pada umumnya mendekati benda yang ia tunjuk, ada hubungan antar komposisi bunyi dengan apa yang dimaksud, kemudian ia juga mengatakan bahwa bahasa tidak bersifat fisis belaka, melainkan juga alamiah (fisei). Maka kaum ini juga disebut kaum naturalis. Dari sinilah orang mencari sumber @ kata “etimologi”

Semenatara Hermogenes yang mewakili kaum konvensionalis  berpendapat bahwa bahasa diperoleh dari kebiasaan, tradis, adat. Karena kebiasaan, maka dapat dilanggar dengan mengubah-ubah sepanjang zaman, kira-kira masalah itulah yang kemudian memunculkan adanya tata bahasa bangsa Yunani.

 

“Ya, itu kan yang disebut dengan……, anoma dan rhema. Bentuk jamak dari anomata artinya nama dan rhemata artinya frase ataupun ucapan.”

Sementara Aristoteles murid Plato dari Stagira yang mengembangkannya menjadi 3 kwalifikasi, yakni anoma, Rhema dan Syndesmoi.  

History

 

“Kau bilang bahwa anak-anak Nuh inilah generasi ummat manusia saat ini, lalu bagaimana dengan orang lain (orang-orang yang beriman  dan tidak beriman) yang diikutkan dalam perahu”

 

“Luch, kemarin aku dapatkan ini” Hanhan menyodorkan kerta “Bagaimana kalau kita cocokkan antar nama-nama yang ada dalam Kitab Injil dengan Sejarahmu?”

“Ok, baik, hari ini kita akan melacak secara detail perkembangan bahasa “kata Mahesa” Kaubisa menggambarkan penyebaran ketiga putra Nuh tadi Luch??”

“Akan aku buatkan bagannya!!”

 

 

Sebenarnya sarjana linguistik tertentu berusaha menyusul semua bahasa yang ada di dunia ini pada satu asal.

“Seringnya kesulitan kita bahwa bahasa harus dipecahkan dengan bahasa, itu yang membuat kepala botak”

“Ya, ada benarnya Luna, karena dari 99 % ketidakmungkinan masih ada 1 % yakni kemungkinan itu sendiri.

“Tapi itu kecil sekali”

“Ya!? Meskipun kecil tapi masih ada satu persen itu kan?

Entah apa yang akan Hanhan lakukan, tangannya terhenti lama di atas white board. “Bagaimana dengan ini?”

 

Semua mata tertuju pada tulisan itu, alis Mahesa mengernyit heran “ayat itulah yag menimbulkan permasalahan tentang asal usul bahasa manusia terutama di kalangan orang Arab jamannya Ibnu Jinni dan Ibnu Faris

 

Semua mata tertuju heran pada tulisan itu.

 

Sore itu cuaca cerah, Luch duduk di teras menyamdarkan dagu memandang langit biru yang terang, bibirnya tersenyum lebar menyambut Pak Naryo pulang dari hutan dengan menenteng sesuatu.

“Lihat ini le.., mbah dapat marmut” senyum kakek tua itu selalu membuatnya ingin tertawa karena hampir semua giginya tanggal, ia hanya tersenyum.

Kakek tua sedikit aneh melihat tingkah Luch tidak seperti biasanya malah justru membiarkan kakek itu melintas di sampingnya tanpa tegur sapa apapun.

 

 

Luch, seorang anak lelaki usia 8 tahun dan luna adiknya berumur 6 tahun hidup di kaki bukit bersama dua orang kakek tua tengah menikmatisarapan pagi dimeja makan.

“Kak, ayo tebak!!” Kenapa orang mengatakan kalau ini roti bukan obat?” Luna memegang penuhperhatian pada setumpuk Sandwich dan tersenyum lebar.

Luch yang hendak minum seketika terhenti mengamati adiknya “menurutmu?”

“Tebak dulu…baru Tanya”

ia nampak serius berfikir, tapi Luch keburu ingin tahu jawaban itu.

“Aku tidak tahu”

“Bodoh, soalnya kalau kita makan roti tanpa air, disini bisa seret, “tunjuknya pada mulutya menganga lebar.

“Suaranya akan rrrr….!!! Jadilah kata roti”

“Kalau susu?!” desak Luch tak mau kalah

Seketika ia ingat tetangganya yang punya sapi perah dan menuangkan susu ke dalam wadah lain, kan berbunyi ssss….h”

“Apa yang bunyi? Susu itu tidak mengeluarkan bunyi”

“Ada, kalau kakak menuang susu yang segini” tangannya membentang.

Luch diam merasa kalah, tapi ia terus bertanya tentang masalah itu. Bagaimanapun orang mengatakan ini roti dan itu susu tidak sesederhana yang dikatakan adiknya.

Selesai sarapan Luna adiknya langsung pergi entah kemana. Luch tetap diam di tempat duduknya memandang keluar. Ia melihat adiknya berlari-larian dengan seekor kucing putih peliharaannya di balik rumput-rumput ilalang.

Kenapa orang mengatakan itu rumput, bukan putrum atau urmput atau yang lainnya, kenapa orang mengatakan itu gunung bukan ugun, nungun atau yang lain. Lantas siapa pula orang pertama yang mengatakan kalau ini rumah, sipa, siapa????

Pagi hari Luch sedang di meja makan dengan setumpak sandwich dan susu segelas, sementara Cad tenang menjilati susu di samping kaki mejanya. Terlihat di balik jendela, Pak Anom sibuk menyirami taman sebelah.

Sebelum sarapannya hAyahs, Luch tergopoh-gopoh ke dapur dan bersusah payah naik ke kursi melongok-longok wajah pak Anom mencuci piring di wastafel.

“Mak…,mak…., kenapa adik bayi bisa bicara?”

Soalnya Ibunya mengajarinya, seperti halnya Luch pertama kal.

“Kalian ingat Got Spot?”

“Jejak Tuhan dalam otak manusia?”

“Ya”

“Ngg…….”

Luch tersenyum, maksudku bukan berarti Tuhan ada dalam otak manusia, tapi……”

“Ini adalah penemuan yang sebenarnya tidak bisa dibilang baru, karena sudah cukup lama. Vilyanur Ramachandran melaporkan hasil penelitiannya ketiak ia memasang otak dengan kabel-kabel magnetic perekam aktifitas bagian-bagian otak kepada DR. Michael Persinger, neuro psikolog dari Canada. Walaupun Persinger bukanlah seorang relegius, tetapi dengan perangsangan pada bagian Lobus Temporal (tepatnya di samping kepala) ia merasakan perasaan mistis yang dialaminya. “Melihat Tuhan”, tentu  saja bukan berarti melihat dalam arti terindrai. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Danah Johar dengan Osilasi 40 Hz.”

:Ok, kita balik ke pembicaraan tentang al-Insan dan al-Basyar  

 

Lirik Luna “ Seringnya kesulitan kita, bahwa bahasa harus dipecahkan dengan bahasa, itu yang membuat kepala botak”

 

Tiba-tiba hening merayapi ruangan, kepanatan terlihat jelas pada sorot matanya mereka semua terekam.

Mahesa menurunkan kakinyadan berdiri di depan pintu .

“Apa yang kalian fikirkan tentang (Wa’allama Adam alasmaa’a kullaha) Siregar menuliskannya pada white board

“Menurutmu?”

“Itulah yang diperdebatkan oleh kalangan para ‘ulama jaman … Rasyid hingga sekarang

“Bagaimana dengan ayat ini” Siregar

 

 

“Ya, ada benarnya Luna, karena dari adanya 99 %ketidakmungkinan masih ada 1 % yakni kemungkinan itu sendiri”

“Tapi itu kecil sekali”

“Ya?! Meskipun kecil tapi masih, masih ada satu persen bukan?” tandas Siregar lagi

entah apa yang akan ia krjakan, tangan Hanhan lama terhenti di depan white board

“Bagaiman dengan ini?”

 

semua tertuju pada papan, alismata Mahesa berkernyitan

“Justru ayat itulah yang diperdebatkan paa ulama sejak zaman Harus al-Rasyid hingga kini”

 

“Sebenarnya permasalahan seperti ini sudah ada sejak abad ke-5 SM, tepatnya zaman Aristoteles yang dinamakan Crathylus. Pembahasan tentang asal usul bahasa mannusia pada waktu itu ada dua golongan yang saling bertentangan. Yakni Analogi dan Anomali. Golongan analogy mengatakan bahwa bahasa itu bisa diatur, Karena bisa diatur maka dari itu mereka menyusun bahasa dalam tata bahasa. Atau lebih tepatnya dikatakan sebagai kesepakatan (bukti konvensi) bahasa. Satu contoh dalam hitungan matematika 4 : 2 sama dengan 2 : 1 atau dalam bahasa Inggris Cow jamaknya Cows, book jamaknya books. Golongan ini dianut oleh Plato dan Aristoteles. Sementara dari golongan Anomali mengatakan bahwa bahasa bersifat alamiah mereka membantah golongan Analogi dengan menunjukkan adanya Sinonim dan Homonim, atau lebih jelasnya mereka mengatakan bahwa bahasa berasal dari Tuhan.

“Kau ingat bukunya Saussur tentang itu?”

“Ya, orang Yunani pertama yang menyusun tata bahasa” 

“Kalau menurutmu Konvensi atau dari Tuhan?”

“Sebentar, sebenarnya itu teori atau hanya cara pandang?” Sergah Hanhan

“Selam ini belum ada pembuktian secara ilmiah tentang masalah itu”

“Jadi hanya cara pandang?”

“Ya”

“Menurutku ini menarik untuk dibahas”

“Tapi kurasa sampai saat ini para pakar kelelahan membahas masalah ini, Karen apertanyaan ini seperti halnya pertanyaan duluan mana antara ayam dan telor”

“Menurutmu?”
Mahesa menarik cepat pundaknya, mereka saling melirik, hanya Luna yang tertawa ngikik. “Bodoh bener kalian ini? Ya jelas dari Telor kalau kita memandang dari Telor dan ayam duluan jika kita melihatnya dari ayam, tergantung dari sisi mana kita melihat”

“Itu artinya perdebatan antara bahasa berasal dari Tuhan atau dari diri manusia yang kemudian menjadi konvensi tak akan ada ujungnya, karena semua tergantung dari sisi mana kita melihat”

“Begitu menurutmu? Logikaku mengatakan tidak seperti itu, Luna yakin melangkah ke depan dengan membuat dua buah garis dalam satu bidang. Dalam logika matematika mengatakan jika ada dua buah garis yang saling berlawanan , suatu saat dua garis itu akan bertemu dalam satu titik dengan catatan masih dalam satu bidang”

“Maksudmu akan ada titik pertemuan antara dua garis itu?”
Luna membetulkan letak jilbabnya, “Ya”

“Kau yakin itu, padahal selama ini yang kuketahui adalah bahwa para pakar mengakhiri perdebatan untuk dua masalah itu”

“Sebentar, menurutku ada benarnya Luna , entah kapan waktunya masalah itu pasti ada satu titik pertemuannya, tapi yang kutanyakan itu kan rumus matematika bukan bahasa”

“Yang kita pakai ini logikanya bung!, bukan garis, gimana?”

 

 

 

 

Antara umur 6-8 pekan, anak mulai mendekat (coding)

èbunyi-bunyi yang menyerupai bunyi vokal dan konsonan

6 bulan è celoteh (Bobbling)

=èmengeluarkan bunyi yang berupa suku kata

1 tahun è kata (mengeluarkan kata)

menjelang 2 tahun  -- mengeluarkan ujaran dua kata (two words utterance)

4-5 tahun =è anak dapat berkomunikasi dengan lancar

manusia dapat menguasai bahasa decara native antara umur 2-12 tahun. Di atas orang tidak akan dapat menguasai aksen bahasa tersebut dengan sempurna.

Homisfer kanan dan kiri dihubungkan oleh kurang lebih 200 juta fiber korpus kalosum.

 

 “Kita berangkat dari bahtera Nuh, bagaimana?”

“Ok, mana bukti tentang peristiwa tersebut?

“Surat Hud (11) ayat 40-44, tapi kita akan kupas satu persatu bermula dari firman Allah:

 

dalam perjanjian lama juga dikatakan

“Lalu Berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Masuklah ke dalam bahtera itu (Kejadian 7 pasal 1)

 

kemudian dari pasal 18-nya dikatakan

“Ketika air itu makin bertambah dan naik dengan hebatnya di atas Bumi, terapunglah bahtera itu di muka air”

Nuh memiliki empat orang anak Sam, Ham, Yaphets dan Yam. Diantara keempat orang putranya tersebut yng tidak ikut ke dalam perahu Nuh adalah Yam dan istri Nuh A.S. dalam Al-Qur’an dikatakan

 

Dalam ayat berikutnya dijelaskan penolakan anaknya untu naik perahu tersebut

Biologi

Dari Bunyi Hingga Persepsi

 

“Waktu kita mendegarkan orang lain berbicara, rasanya dengan mudah kita dapat memahaminya”

“Ya”

“Tapi coba kau dengar orang asing berbicara, apa kau kesulitan “

“Ya, susah sekali, ketika aku baru selesai menangkap dan memahami satu deretan kata yang diucapkan, pembicara tersebut sudah berlanjut dengan kata-kata yang lain. “Ketinggalan, kadang kita malah mendakwa jika pembicara itu terlalu cepat”

“Itu karena kemampuan bahasa asingmu buruk, tapi coba kalau kemampuan bahasa asingmu sama baiknya dengan bahasa ibu-mu, tapi itu susah sekali”

Luch tengah berpikir keras, “jadi masalh yang dihadapi pendengar adalah bahwa dia harus dpat meramu bunyi-bunyi yang ia dengar sedemikian rupa, sehingga bunyi itu membentuk katayang tidak hanya bermakna tetapi juga cocok dalam konteks di mana kata itu dipaki”

“Bagi penutur asli atau yang sudah fasih, hal ini tidak dirasakan dan datang begitu saja secara naluri. “Adam membetulkan posisi duduknya “Berbicara soal bagaimana mempersepsi ujaran, Willis tahun 1829 dan Helmholta tahun 1859 telah mempelajari ciri fisik dari bunyi. Dan penelitian mengenai bagaiman mempersepsi ujaran baru mulai menjelang perang dunia II. Dan perkembangan penelitian ini mulai ada sejak terciptanya alat telephone. Tahun 1936 –1939 Dudley dari Bell Telephone Laboratories, Amerika mengembangkan mesin yang dinamakanVocoder. Mulanya mesin ini untuk menyampaikan signal melalui kabel telephon jarak jauh, tapi kwalitasnya tidak cukup baik sebagai piranti komunikasi. Tahun 1940-an perusahaan ini mengembangkan Speletograf, yakni alat alat perekam suara dalam bentuk garis-garis tebal-tipis dan panjang pendek yang dinamakan speletogram. Sementara pemakaiannya terbatas kebutuhan militer dan komersial. Lama-lama kwalitas bunyi semakin membaik.

“Dalam bahasa Inggris, orang rata-ratanya mengeluarkan 125-180 kata tiap menit. Penyaji berita di televisimencapai 210 kata dan pelelang bsa mencapai lebih dari itu. Tak heran, karena sebagian besar kata di sana memiliki satu suku kata seperti (ya, back, home, dan sebagainya). Beda denga orang Indonesia yang memiliki suku kata lebih dari satu (makan, pergi, rumah) pastilah lebih kecil berkisar antara 80-110 kata.

Bunyi dalam bahasa manapun sifatnya sama, jadi dapat diduga jumlah bunyi yang dikeluarkan tiap detiknya adalah rata-rata 25-30 bunyi (fonem).

Suara seorang wanita, pria dan anak-anak berbeda. Getar pita suara wanita berkisar antara 200-300 perdetik, sementara getar pita suara pria 100 dan anak-anak mencapai 400 per detik. Makanya suara pria lebih berat. Kata tidur yang diucapkan wanita, pria dan anak-anak berbeda, meskipu begitu, kita mampu membedakannya.    

 

 

 

Sosiologi

Hipotesis Terakhir

Hanhan

“Dengan adanya gejala akulturasi yang akhirnya terjai interferensi antara satu bahasa dengan bahasa lain, maka saya menyimpulkan bahwa bahasa pada akhirnya nanti bahasa didunia ini menjadi satu bahasa International yang mana bahasa itu akan dipakai oleh seluruh penduduk Bumi, bagaimana??” 

“Entah kapan tahunnya??”

“Tentu”

“Kau bisa lihat sendiri keadaan sekarang, salah satu media informatika internet yang digunakan oleh jutaan penduduk planet Bumi sebagian besar menggunakan bahasa inggris. Dalam rapat-rapat besar International menggunakan bahasa Inggris. Itu artinya suatu saat masyarakat Dunia akan memahami bahasa inggris, meskipun tentunya bahasa Inggris itu sendiri akan mengalami perubahan baik bentuk maupun fonem aslinya yakni dari inggris. Karena adanya perubahan-perubahan tersebut dari berbagai negara maka bahasa dunia tersebut tidak lagi disebut bahasa inggris melainkan bahasa dunia.

 

Psikologi

Tuhan dalam Otak Manusia

Mahesas & Luch

 

M: Selama ini kita mencari darimana bahasa manusia berasal, tidak kita sadari bahwa perdebatan tentang asal usul bahasa manusia berasal pada diri manusia

L: Maksudmu???

M: Kamu tahu, penemuan baru-baru ini tentang adanya jejak Tuhan ‘God dalam otak manusia, ternyata logika matematikamu benar jika bidang bergaris (bahasa yang ada dalam diri manusia)dan dua garis yang menunjukkan dari Tuhan atau diri manusia itu sendiri maka jawabannya ada dalam diri manusia sekaligus dari Tuhan.

Adanya empat bukti penelitian diantaranya Vilyanur Ramachandran salah satu ahli otak yang menyebut “melihat” Tuhan dialami Dr, Michael Persinger. Saat salah satu bagian otak yag terletak di daerah pelipis (lobus temporal) yang bertanggung jawab untuk hal-hal spiritual –dipasangi kabel-kabel magnetik perekam aktifitas bagian-bagian otak. Ia dapat merasakan kehadiran Tuhan sekalipun Persinger sendiri bukanlahseorang Relegius.

Jika kita lihat dengan mikroskop pada bagian temporal tersebut, yang nampak adalah sel-sel yang terpisah satu dengan yang lain. Itupun jika dilihat dengan mikroskop hingga pembesaran 100.000 kali atau 1.000.000 kali. Dengan mikroskop,elektron yang membesarkan hingga jutaan kali, tidak ada lagi sel-sel, yang ada hanyalah komponen-komponen di dalam sel, yang diantara komponen itu ada ruang kosong yang entah apa isinya. Seandainya saja ada alat yang dapat memperbesar lagi, maka yang ada hanyalah “ketiadaan”. Ilmuwan biologi menyebut ketiadaan itu sebagai energi. Tubuh manusia penuh energi, bahkan alam semesta adalah energi. Karena alam semesta penuh dengan energi, maka hubungan manusia dengan alam adalah hubungan totalitas. Manusia adalah bagian darialam, energi alam mengalir bolak-balik dalam energi manusia.

L: Lalu apa hubungan dengan bahasa manusia???

M: Jika perdebatan tentang asal usul bahasa manusia ada 2 madzhab, pertama mengatakan bahasa berasal dari Tuhan dan yang kedua mengatakan bahwa bahasa bersal dari dorongan manusia itu sendiri, mka titik temuku adalah dari keduanya. Tanpa keduanya manusia tidak mampu berbahasa.

Wajah Luch tanpak berkerut-kerut

 

M: Manusia melihat benda-benda di sekitar dan Allah lah yang menunjukkan benda-benda untuk meresponnya, ia menempati satu tempat di mana itu adalah pusat saraf manusia.

 

M: Masalahnya sangat sederhana, indra manusia menangkap benda-benda yang ada di alam materi, sementara Allah yang menempati salah satu pusat saraf manusia. Secara tidak langsung Allah juga turut campur langsung mengendalikan proses kehiduan manusia sehari-hari. 

 

 

 

Biologi

Pusat Saraf Kegiatan Manusia

Mahesa & Hanhan

 

Response dari luar

Kadang tanpa kita sadari saat kita berbicara dengan mudah memahami perkataan itu, tapi coba kalau kita mendengarkan orang berbcara dalam bahasa asing!!! Kecuali kalau bahasa asing kita sangat bagus, kita dapat menyimak tiap kata yang dia katakan dan keluarkan untuk memahaminya. Tapi seandainya kita belum memahami benar, sebelum memahami kata-kata sebelumya, yang terjadi adalah kita sering ketinggalan kata-kata tersebut dan hasilnya kita sering katakan bahwa orang asing itu terlalu cepat omongnya”

“Ya, masalah yang dihadapi pendengar adalah harus meramu bunyi-bunyi yang ia dengar hingga bunyi-bunyi tersebut membentuk kata yang tidak hanya bermakna tapi juga cocok dalam kontek pembicaraan”

“Munkin penutur asli/penutur yang sudah fasih berbahasa tersebut, proses seperti ini tidak terasakan datang begitu secara naluri, tapi bagi penutur asing, proses ini sangat rumit”

“Ha….ha…. ya kasusnya seperti yang kualamisaat menyanyikna lagu Jet Plane Harusnya Cause I’m live in on the Jet Plane menjadi Don’t lifing on the jat plane”

“Kita akan bicara dari mana soal mekanisme ujaran???”

“Paru-paru??”

“Bukannya mulut??”

“Tidak, karena paru-paru adalah sumber dari bunyi, paru-paru berkembang dan berkempis menyedot dan mengeluarkan udara melalui tenggorokan, udara keluar melalui mulut/hidung. Saat itu adakalanya udara dibendung oleh salah satu bagian dari mulut, sebelum kemudian dilepaskan. Hasil bendungan inilah yang menghasilkan bunyi” Siregar menunjukkan Diagram kepala manusia. “Udara yang dihembuskan oleh paru-paru keluar melewati satu daerah yang dinamakan daerah glotal dan melewati lorong yang dinamakan faring dari faring ada dua jalan, pertama melalui hidung yang disebut dengan bunyi/Nasal, yang kedua bunyi yang melalui mulut yang dinamakan bunyi oral.

“Uh!!!rumit benar” keluh Luch

Mahesa hanya tersenyum kecil melihat roman Luch pusing mendengarnya, sementara Siregar meneruskan penjelasannya.

“Pada mulut terdapat dua bagian, bagian atas mulut dan bagian bawah mulut. Yang sering digerakkan adalah bagian bagian bawah mulut ketimbang mulut bagian atas.

Bagian itu adalah:

1. Bibir       : atas dan bawah, jika keduanya dirapatkan dapat membentuk bunyi yang dinamakan bilAyahal

2. Gigi                   : LAyahodental --àjika gigi atas berlekatan dengan bibir bawah

                    Dental     ----à Gigi berlekatan dengan ujung lidah

3. Alveolar (tepat di belakang pangkal gigi atas), alveolar ditempelkan dengan ujung lidah

4. Palatal Keras -à Rongga atas mulut, persis di belakang Alveolar ditempelkan depan lidah bentuk bunyi Alveopalatal.

5. Palatal Lunak (Velum)-à Belakang rongga mulut atas, dilekatkan dengan belakang lidah Velar

6. Uvula -----à Ujung rahang atas (Nasal dan Oral)

7. Lidah

8. Pita suara --à sepasang selaput di belakang Jakun (Larynk)

9. Faring ----à Saluran udara menuju ke rongga mulut / rongga hidung

10. Rongga hidung

11. Rongga mulu

Bahasa Dunia (Planet Bumi)

 

Bab I Teologi Bahasa

1.     Apa kata Tuhan….???(Bedah QS 2 : 30 dan Kitab kejadian 10-11)

2.    Penafsiran seseorang

 

Bab II. History Bahasa

1.     Kisah tentang manusia purba

2.    Pengajaran Tuhan

3.    Perjalanan Nuh dan anak cucunya (penafsiran al-Qur’an dan Al-Kitab)

4.    Dari bangsa yang satu (Nuh) menyebar è Semit èHamit Yafeth è Aria (Indo Eropa)

 

Bab III. Biologi Bahasa

1.     Pembedaan organ bicara antara manusia dan hewan

2.     

 

Bab IV. Biologi Bahasa (Neuroliguistik)

 

 

Bab V. Sosiologi Bahasa

 

 

 

 

 

Suara lewat gelombang elektromagnetik

Telinga Indonesia misal, tidak terlatih untuk mendengar bunyi (p) yang diikuti oleh aspirasi (yakni getaran udara yang keras waktu kita mengucapkan bunyi tertentu). Seperti kata pan (pada bahasa Inggris), pick, pass dan pat. Beda dengan kata papan, pena dan sebagainya. Dan lagi pada bahasa kita umumnya tak ada 2 kata yang berakhir dengan dua konsonan (kecuali pada beberapa kata pinjaman) membuat kita tidak peka terhadap realita ini. Kita umumnya tidak mengucapkan kata Inggris think dengan (k) di akhir bunyi . bunyi ini sering kita hilangkan sehingga kita mengucapkannya thing. Persepsi kita terhadap bunyi dan gabungan bunyi yang kita dengar ditentukan oleh tilas (trace) neurofisiologis yang tertanam pada otak kita. Karena dalam neurofisiologi kita terdapat tilas yang menunjukkan bahwa bunyi (ng) dapat dipakai di depan suku, maka pada saat kita mendengar suatu rentetan bunyi di mana ada terdapat bunyi in

Adam Manusia Pertama?????

 

Selama ini orang beranggapan bahwa Adam adalah manusia pertama, enarkah demikian????

Kata manusia dalam kamus Bahasa Indonesia memang hanya menyatakan orang itu sendiri. Memang persepsi ini tak ada salahnya karena al-qur’an menyatakan bahwa Allah akan menciptakan khalifah fil aldhi di Bumi ini, tapi dalam ayat berikutnya Malaikat berkata dengan nada ketidaksetujuan karena manusia hanya menciptakan kerusakan di muka Bumi. Sebaiknya kita perhatikan kata-kata tersebut. Ketika seseorang (Malaikat menyatakan bahwa akan merusak seperti….) berarti ini menandakan bahwa sudah ada makhluk atau manusia sebelum Adam. Ada makhluk lain yang mirip dengan manusia, tapi bukan manusia (anak cucu Adam) yang mungkin disebut dengan manusia homo.

Manusia homo ini terbagi menjadi dua, yaitu Hominaide dan Homonaide.

Awalnya Hominoide, yang kemudian terbagi menjadi 2kelompok , yakni manusia kera dan bukan manusia kera. Manusia kera ini yang nantinyamenjadi nenek moyang Gibbon dsb. Sedangkan manusia yang bukan kera ini yang nantinya menjadi manusia saat ini, sebagai nenek moyang Homo Sapiens dsb.

Jadi yang dimaksud oleh Malaikat adalah manusia al-Basyar yang kita sebut dengan manusia homo???

Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya manusia tak pernah dan tak akan pernah lepas dari TuhanNya, kemanapun dan dimana pun ia selalu dalam genggamanNya. Manusia mau tidak mau mesti mengakui adanya Tuhan (Allah), jika dia (manusia) meniadakan keberadaan Allah, sama halnya meniadakan keberadaan dirinya sendiri di Bumi. Karena salah satu kemampuan berpikir ada pada otak, dimana salah satu pengendalinya adalah Tuhan sendiri, khususnya ada di bagian Lobus Temporalis (otak samping).

 

Selama ini orang beranggapan bahwa Adam adalah manusia pertama, tapi benarkah demikian??? Lalu siapa manusia purba yang mirip Kera, apa dia merupakan salah satu keturunan dari NAyah Adam

Selama ini orang beranggapan bahwa Adam adalah manusia pertama. Anggapan ini berangkat dari ayat ke-30 dari surat al-baqarah, yang bunyinya:

 

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat “Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka Bumi”….

Tapi akibatnya, dalam ayat yang sama Malaikat menyanggah perataan itu.

“Mengapa Engkau ciptakan (khalifah)di Bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanyadan menumpahakan darah padanya, padahal kami senantiasa bertasybbih memujiMu dan mensucikanMu

 

 

 

 

Sosiologi

 

Bahasa terhapus oleh adanya ekspansi. Salah satu missal yang terjadi di Eropa Barat sekitar 100 bahasa terhapus oleh ekspansi pertanian kerajaan-kerajaan.

Satu missal ekspansi kerajaan Romawi (Roman), kira-kira 100 tahun dan bahasa suku terhapus oleh bahasa latin, sekarang tinggal 45 bahasa asli yang hidup di Eropa Barat.

Ketika Colombus menemukan Amerika, bahasa asli yang hidup di sana lebih dari 2.000 bahasa Amerika asli. Meskipun demikian, sebelum adanya penemuan itu, sebelum 4500 SM bahas asli digantikan Karena adanya ekspansi seperti

 

Orang menyeut ini sebagai proses global dan homogenisasi bahasa kehilangan bahasa tradisional. Ini adalah perkembagan positif.

 

Bahas berasal dari Tuhan, tapi tidak semata-mata….

Adam ß-------à Hawa

 

Arbil

 

Tuhan --à Adam (manusia) --àAlam

                 æÚáã ÃÏã ÇáÃÓãÇÁ

Megajarkan è dengan menujukkan alam pada manusia, untuk mampu mengetahuinya. Dalilnya adalah adanya penelitian yang menyebutkan bahwa Osilasi 40 Hz dalam otak manusia, otak Lobus Temporalis (dalam bagian ini ditemukan adanya jejak Tuhan, seperti jejak telapak manusia yang mendarat ke Bulan –adanya ketidakpastian = sub atomic.

 

 

Asal Usul Bahasa

Teori Madzhab (Cra Pandang)

 

“Dengan demikian bahasa adalah system symbol yang memiliki makna, alat komunikasi manusia, penuangan emosi manusia serta sarana pengejawantahan pikiran manusia dalam kehidupan sehari-hari terutama mencari hakikat kebenaran dalam hidupnya……..” Tutur Pak Uki yang tengah berdiri diantara mahasiswa yang hanya segelintir. Mata kuliah filsafat bahasa memang tidak begitu banyak peminatnya. Selain mata kuliahnya ditambah dosennya dosen kiler dengan nilai maksimal A-.

 

“Bahasa hanya mampu mewakili sebagian realitas sesungguhnya. Jika saya katakan ini White Board….” Kata Pak Uki pada papan putih , “ Maka ini hanya akan mewakili papan ini sendiri, padahal disini ada tiyang penyangga, garis hitam disekelilingnya, kemudian..

 

“….. Ciri pemikiran filsafat adalah spekulatif dan radikal. Jadi menurut kalian apa yang dimaksud dengan filsafat bahasa?” Pak Uki menyapu sorot mata mahasiswa yang hanya berjumlah 10 orang. Ruangan yang tidak begitu besar namun cukup representatif untuk mata kuliah yang dianggap berat oleh mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra.

Tak lama bunyi bel terdengar dari luar, derit kursi-kursi lipat menandakan jam kuliah telah selelsai. Beberapa mahasiswa bergerombol di depan, nampaknya ada sesuatu yang ingin ditanyakan. Beberapa yang lain keluar dari kelas. Sementara seorang gadis terlihat tenang di kursi paling pojok belakang, tangannya asyik menggaris-garis kertas kosong yang ada di depannya tak peduli ruang kelas yang sudah mulai kosong dan sepi.

Jarum jam menunjukkan pukul 13.35 setengah jam lebih telah berlalu tapi gadis itu tengah asyik dengan ayunan penanya.

“Hei…Hei….!!! Pakar linguistik kita sedang di sini rupanya” Selintas gadis itu memandang ke arah tiga serangkai masuk rangan itu dan kembali menggoyangkan penanya tanpa reaksi apapun.     

 

Asal Usul Bahasa

Teori / Cara Pandang

 

“….. ciri pemikiran filsafat adalah spekulatif, radikal dan sistimatis. Jadi menurut kalian apa yang dimaksud dengan filsafat bahasa?”

“Sorot matanya menyapu 10 orang mahasiswi yang sedang cermatmendengarkan tiap perkataan dosen tersebut.

 

Ruangan yang tidak begitu besar, namun cukup representatif untuk mata kuliah yang sedikit memeras otak. Tak lama bunyi bel terdengar dari luar, deritan kursi lipat diseret menandakan pertemuan telah ditutup. Beberapa mahasiswa bergerombol mengikuti dosen keluar dari ruangan sementara empat orang yang lain masih tetap duduk di kursinya. Hanhan dan Siregar duduk agak berjauhan, Luch si gadis imut duduk di pojok ruangan. Tak lama kemudian Mahesa si jangkung dengan kaca mata bergaris hitam duduk menyebelah.

“Hai….apa kalian pernah berfikir tentang darimana asal bahasa?” Hanhan yangduduk di bangku paling depan menoleh ke arah yang lain.

“Maksudmu kata-kata?” Tanya Luch

“Ya, sebenenarnya darimana asalnya orangbisa mengatakan ini kursi, itu pohon dsb. Aku sering menanyakan ini pada semua orang, dan kau tahu itu?” Hampir semua yang kutanya menjawab Ya, tapi berhubung keterbatasan pengetahuan, akhirnya diantara mereka sering mebiarkan pertanyaan seperti itu pergi dan berlalu begitu saja.

 

“Itu pertanyaan paling sulit untuk dijawab dan paling remeh untuk dipertanyakan” Luch menyandarkan bahunya dan memainkan pena yang ada di tangannya.

“Hm…..” Siregar megangguk.

“Tapi kalian tahu sebenarnya permasalahan seperti ini sudah ada sejak abad ke-58 M”.,tepatnya zaman Aristoteles. Yang dinamakan Crathylus pembhasan tentang asl usul bahasa manusia terbagi pada dua golongan yang saling bertentangan antara analogy dan anomaly. Golongan analogy mengatakan bahwa bahasa itu dapat diatur. Karena bahasa itu dapat diatur, maka bahasa dapat disusun ke dalam tata bahasa atau yang menjadi salah satu sifat dari bahasa yakni konvensi (kesepakatan). Sementara  Golongan ini dianut oleh Plato dan Aristoteles.

 

Salah satu contoh dalam hitungan matematis 4 : 2 sama dengan 2 : 1 atau dalam bahasa inggris jamaknya Cow adalah Cows, book jamaknya books. Semenatar darigolongan Anomali mengatakan bahwa bahasa tidak teratur. Mereka menunjuk beberapa bukti dalam pernyataan  sinonim dan homonim, lebih jelasnya mereka mengatakan bahwa bahasa bersifat alamiah (berasal dari Tuhan)

“Ya…..dan perdebatan keduanya belum selelsaihingga sekarang mungkin sampaikapanpun.

“Hai…!!! Sebenarnya itu sekedar cara pandang atau memang benar-benar teori.”

“Itu bukan teori, karena pembuktian secara ilmiah hingga kini belum pernah ada, yang ada hanya pemikiran-pemikiran yang masih bersifat spekulatif.

“Jadi intinya perdebatan tentang asal usul bahasa manusia membicarakan bahasa berasal dari Tuhan ataukah dari diri manusia itu sendiri”          

Tema Per Bab

1.     Teologi –ayat Al-Qur’an dan Perjanjian lama

2.    Histori (Validitas sejarah adanya Bahtera NUH –jangan melebar sampai Adam)

3.    Biologi (-Perkembangan fisik –terutama pada organ wicara, sebutkan perbedaan organ icara anatara Primata dengan Manusia dan mengapa hewan tidak dapat berbicara)

4.    Psikologi (Titik temu antara Analogi dan Anomali)

5.    Antropologi (Proses pergantian dari bahasa satu ke bahasa yang lainnya karena adanya

6.    Sosiologi (- Bahasa bermula dari satu titik asal kemudian berpecah pada akhirnya (suatu saat) akan bertemu dalam satu titik yakni bahasa dunia

Bahasa rahmatan lil ‘Alamin

                                           Bahasa Kaum Nuh

 

                                               Pemecahan bahasa-bahasa yang ada di dunia

                                                             

Pemersatuan bahasa Dunia ini dengan adanya     analisis melalui sosiologi bahasa                                                     Bahasa Masyarakat Dunia

“Yap”, berarti tulisan awal mula muncul dari Mesir?”

kurang lebihnya berarti bahwa tulisan muncul dari Timur Tengah”

“Kalau begitu kita sepakat jika dikatakan bahwa bahasa muncul dari sana”

“Budaya dan bahasa selalu berjalan beriringan”

“Benar begitu? Budaya identik dengan alam (sesuatu yag real, sementara bahasa berkaitan dengan ide, hal ini seperti pertanyaan, dulu mana antara telur dan ayam”

Cad memandang bergantian Luch dan Adam

“Kalau menurutmu duluan mana ayam dan telor???”

“Telor” jawab Luch berkerut-kerut

“Padahal telor ada dari ayam”

“Jadi Ayam”

“Ayam ada juga karena telor lebih dulu”

Luch diam menggigit bibirnya

“Kita balik ke pertanyaan, menurutmu ide atau alam dulu???”

Luch memandang aneh

“Satu contoh Pohon,”

“Jelas lebih dulu refren, pohon daripada ide pohon”

“Ok itu, tapi bagaimana dengan kata komputer???”, komputer muncul tiba-tiba dari langit, kata itu ada setelah benda itu diciptakan oleh seorang penciptanya dan itu muncul dari ide

luch berdiri

 

 

 

                                                        

“Tapi…….kukira ada jalan keluarnya berdasarkan rumus matematika seperti ini…....” Luch bergerak maju menghadap white oard dengan menggapit sebuah spidol. Ia membuat dua buah garis dengan berlainan arah (lihat dalam lembaran)

 

“Garis ini mau tidak mau akan bertemu dalam satu titik temu”, demikian juga dengan asal usul bahasa manusia saya ibaratkan ini adalah kelompok A dan yang lain adalah kelompok B dan bidang ini saya ibaratkan sebagai bahasa. Logikanya sepanjang apapun garis itu akan ditarik jika masih ada dalam satu bidang selama itu pula garis itu akan berpotongan dan artinya suatu saat sua golongan itu pasti akan bertemu dalam satu titik”

“Hei….!!!! Itu teori matematika, bukan teori bahasa non…….”

“Permasalahannya adalah dalam sebuah ilmu tidak dapat terpecahkan tanpa adanya bantuan ilmu lain. Sebuah ilmu pasti akan mengkait antara satu ilmu dengan ilmu yang lainnya”

“Yang kita pakai ini adalah logikanya, bukan garis itu sendiri, bagaimana menurut kalian???…..

“Seringnya kesulitan dari kita bahwa ahasa harus dipecahkan dengan teori bahasa, itu yang membuat kepala kita pusing tujuh keliling dan botak”

semua terdiam dengan sorot mata yang penat “Lepaskan saja soal itu, aku pusing sekali………….”

Mahesa menurunkan kakinya dan pergi meninggalkan ruangan “Ayo kita turun” tangannya memberi komando yang lain.

“Uh……..” Luch sedikit kecewa melihat reaksi Mahesa yang sedikit acuh.

 

 

 

Asal usul Tulisan

“Menurutmu, pertama munculnya tulisan itu dari mana?”

Cad diam, menoleh ke anak Adam

“Yang ku tahu awal mulanya dari orang Cina purba sekitar tahun 3.000/2.000 SM, India sekitar 800 SM dan Indonesia sekitar abad ke-4 SM (dimana Bangsa Indonesia mengambil 4 macam abjad, yakni Pallawa, Pranagarl,Arab dan akhirnya latin, disamping beberapa suku yang mempunyai ajad asli). Mereka membentuk ideogram / huruf-huruf tersebut dari gambar benda-benda yang mereka ketahui. Seperti halnya matahari, baginya terlihat seperti ini (gambar matahari), maka ini menjadi kata yang mereka tuliskan untuk matahari. Lambat laun berubah menjadi (gamar kotak dengan garis tengah). Orang Cina purba mulanya menggambar pohon seperti ini (gamar pohon beringin), lambat laun disederhanakan menjadi  (gambar akar pohon, tulisan cina), yang menjadi kata tertulis untu pohon. Untuk membentuk kata akar / asal usul, Orang Cina hanya menamahkan akar pada bagian awah menjadi begini (lihat dalam coretan kertas) dan disederhanakan menjadi (lihat di lembaran kertas). Gambar matahari terbit dari arah Timur digambarkan seperti in (Pohon yang menyala) disederhanaka menjadi (lihat gambar) untuk membentuk kata timur.

“Apa semua tulisan di dunia ini dibentuk dari cara semacam itu???”

“Bisa jadi”

“Sebentar!! Kasusnya seperti di India” Adam mengingat-ingat

“Dari India purbakala terdapat dua macam huruf, yakni huruf Kharosthi dan huruf Brahmi. Menurut Buhler, huruf Kharosthi yang ditemukan di daerah Gandhara dari abad 4 SM hingga 200 SM erasal dari huruf Aramis yang dipakai oleh bangsa Semit selama abad 5 SM. Pemakaiannya selalu dari kanan ke kiri”

“Huruf India berasal dari Arab begitu kan….”

“Tapi yang menjadi huruf nasional India adalah huruf Brahmi, karena semua abjad India berasal dari abjad itu. Awal pemakaian dari kanan ke kiri tapi kemudian dkiri ke kanan. Seperti yang terlihat pada tulisan mata uang yang ditemukan dari abad 4 SM. Uhler dapat membuktikan bahwa huruf Brahmi berasal dari jenis huruf yang ditemukan di Punesia (Semit Utaa) seperti yang didapatkan pada benda-benda Bangsa Asiria kira-kira dari tahun 890 SM. Huruf tersebut dibawa oleh pedgag-pedagang ke India kira-kira tahun 800 SM melalui Mesopotamia yang sekarang menjadi daerah Irak”

“Dari keempat bangsa, India, Yunani, arab dan Cina,kita tahu bahwa Bahasa India berasal dari Arab, begitu kan….???, lalu agaimana dengan Yunani dan Cina???”

“Menurut R H Robins dalam bukunya History of language, dikatakan bahwa Tulisan yang semula dalam huruf bergambar / tulisan diciptakan  orang di Mesir dan I tempat-tempat lainnya secara terpisah, menurutnya kemungkinan tulisan 8NAyahb yang menjadi sumber abjad Yunani juga meniru dari tulisan Mesir dan secara bertahap diubah

 

   

 

-          Para penutur sepanjang hidupnya tidak perlu mengetahui perkembangan pembentukan kata-nya secara benar.

 

Zaman Yunani Kuno (abad 5 SM)

Anomali >< Analogi

Physys >< Nomos (Konvensi)

 

1.     Physei, alam, Nature

Berhubungan dengan asal usul, sumber dalamprinsip-prinsip abadi dan tak dapat diganti diluar manusia itu sendiri dan karena itu tak dapat ditolak

(onomatopoeia =>menyusun kata-kata penyusun bunyi dilanjutkan dengan interpretasi makna)

dalam dialog Plato mengatakan à semua kata pada umumnya mendekati benda yang ia tunjuk. Komposisi fonetik adalah cermin komposisi benda.

2.    Kaum Konvensi

-          Bahasa bukan pemberian dariTuhan, bahasa berasal darikebiasaan-kebiasaan / tradisi.

 

 

 

Analogi & Anomali

1.     Analogi (mempertahankan keteraturan bahasa, bahasa itu bisa diatur. Dianut oleh Plato dan Aristoteles). Karena bahasa itu dapat diatur, maka dapat disusun satu tata bahasa. Jadi, bahasa berasal dari manusia.

2.    Anomali (bahasa tidak teratur, mereka menunjuk beberapa bukti dalam kenyataan sinonim dan homonim. Kaum ini mengatakan jika bahasa bersifat alamiah, atau dengan kata lain bahasa erasa dari Tuhan. 

 

“….. ciri pemikiran filsafat adalah spekulatif dan radikal, jadi menurut kalian apa yang dimaksud denganfilsafat ahsa??” pandangan dosen menyapu perhatiansegelintir mahasiswa yang nampaktegang danleth. Ruangan yang tidak terlalu besar, namun cukup nyaman dengan ruangan bersih dan sejuk ber-AC.

Bunyidering terdengar di luar, pertanda jam kuliah telah selesai dan derit kursi lipat menunjukkan dosen telah megakhiri pertemuan hari itu. Beberapa orang menggeromol menyerbu lelaki sebaya berkaca mata itu di depan rauangan, semenatra yang lain melenggang ke luar menghentakkan nafas keras-keras.

Luna, sigadis kurus erkacamata terlihat tenang di kursi paling pojok belakang, tangannya asyik menggaris-garis kertas, tak peduli sekalipun ruangan kelas mulai kosong dan sepi.

Jarum jam dinding di atas white boar menunjukkan pukul 13.35, setengah jam telah berlalu, tapi gadis itu berwajah tipis tetap asyik dengan ayuanan penanya.

“Pakar linguistik kita masihdi sini rupanya??” suara itu terdengar dari pintu depan. Selintas ia melihat tiga serangkai itu masuk dan kemali mengayunkan pena tanpa reaksiapapun.

“Gimana mata kuliah tadimenurutmu??” laki-laki lencir dengan kaca mata bulat itu dudu di depannya.

“lumayan”, jawabnya tak peduli

“Hei, Honey!!!, di sini ada tulisan, sepertinya untukmu, kata Han-han membuka buntalan kertas kecil di bawah kursi paling depan.

“Aku menyesl ambil matauliah itu” kata Siregar mencoret-coret papan tulis. Tak disangka perkataannya mengundang pehatian yang lain, tanpa satu patah kata pun.

“Kenapa?!” tanyanya serempak

“A…a….capek saja” siregar mengangkat bahu.

“Kenapa Capek?!”

“y…ya….?!”

“Hei…!!!! Apa kalian pernah berfikir, sebenarnya darimana orang bisa mengatakan kalauini kursi, ini papan tulis, itu pohon, ini dinding dan itu jalan raya” Han-han erdiri di depan kaca jebdela memandang ke bawah.

Heining,

“Nah’!, itulah yang kumaksud, kukira belajar filsafat ahsa, kita akan tahu tentang masalah itu tapi ternyata………..

“Pertanyaan paling remeh dan paling sulit untuk dijawab sebenarnya aku juga sempat berfikir begitu, bahkan setiap orag yang kutemui pasti ku Tanya begitu, tapi lagi-lagi karena keterbatasan pengetahuan yang dimiliki akhirnya pertanyaan itu hanya pergi begitu saja. Kira-kira pertanyaan itulah yang sempat membuatku terseret ke jurusan ini”

 

 

 

“Hei….sebentar, kenapa kalian semakin panas?? Kalian masih ingat ayat ini ???” luch melangkah ke depan white board dengan membawa spidol dan menuliskan ayat di white board Al-Qur’an Surat Al-aqarah: 30

 “Saat Allah berkata pada malaikat bahwa Dia aan menciptakan kholifah di muka bumi, maka para malaikat protes. Mereka berkata: “Kenapa Engkau akan menciptakan Khalifah di umi yang hanya membuat kerusakan di Bumi??” Allah pun menjawa, sebenarnya aku tahu apa yang tidak kau ketahui,

ingat kata-kata malaikat, mereka bias berkata begitu mestinya ada sebabnya kan…..

“Maksudmu Adam bukan manusia pertama ???begitu??? Tidak……

Sebentar, perlu aku jelaskan, kata dalam Al-Qur’an, ada 2 kata manusia yang artinya beda yaitu “al-basyar dan al-Insan. Ok, kita kembali ke al-qur’an, kalian masih ingat ayat ini (katanya mulai menggoreskan spidol di papan putih)

 (ÅÐ ÞÇá ÑÈß ááãáÆßÉ Åäì ÎÇáÞ ÈÔÑ ãä Øíä)

“Ingat kata ÎáÞ ÈÔÑÇ, “jelas luch” ini adalah awal proyek Allah untuk menciptakan golongan manusia. Ingat GOLONGAN MANUSIA, ku katakan golongan manusia. Sebab pada ayat sebelumnya Al-Naba ayat 8 menerangkan tentang penciptaan alam. Allah menciptakan makhluq-Nya secara berpasang-pasangan. (æÎáÞäÇßã ÃÒæÇÌÇ)

Ini adalah fase pertama mencitakan, fase kedua ÓæíÊå (menyempurnakannya) dalam arti menjadi bentuk yang bagus dan indah karenakata Al-Basyar sendiri memiliki arti yang bagus (ÇáÍÓäì) dana al-jamal (Indah). Kemudian fase yang ketiga adalah  äÝÎÊ Ýíå ãä ÑæÍì (meniupkan ruh)”

“Tapi semua makhluq kan juga punya ruh???”

“Bukan, bukan itu maksudnya, melaikan Ruh Ilahiyah. Karena pada kata Ruuh  terdapat huruf (ya’) yang menunjukkan orang pertama yakni aku, dalam hal ini Allah.”

“Jadi maksudnya???”

“wahyu begitu???”

“Bukan……” Luch bingung mencari istilah yang tepat. (begitulah bahasa selalu saja ada kekurangannya. Menurutku dunia ide lebih sempurna ketimbang bahasa. Hei …..jadi ingat “Ide” Palto, menurut dia “ayam” ide muncul lebih dulu ketimbanng “ayam” (asli yang berkokok dan berkotek). Tapi Aristoteles “ide” ayam tercipta setelah manusia melihat eksisitensi ayam itu sendiri. Plato berpendapat bahwa semua benda yang kita lihat semata-mata cerminan dari benda-benda yang ada dalam realitas yang leih tinggi dari dunia ide, dan itu ada dalam jiwa manusia. Sebaliknya dengan Aristoteles, menurutnya benda-benda yang ada dalam diri manusia itu semata-mata cerminan dari objek-objek. Alah…..pusing….gimana menurut kalian…???

 

 

 

“Sebenarnya permasalahan ini sudah ada sejak abad ke-5 SM, “persoalan dikotomi tentang bahasa antara Fisel dan Nomos telah tertuang dalam karya filosof Plato yang diwujudkan dalam bentuk dialog antara Crathylus dan Hermogenes. Crathylus memgatakan bahwa kata pada umumnya mendekati pada benda yang ia tunjuk (ada hubungan antara komposisi bunyi dengan sesuatu yang dimaksud). Kemudian dikatakan juga bahwa bahsa tidak bersifat fisis belaka, melainkan juga alamiah (fisei), maka kaum ini juga disebut kaum Naturalis. Dari sinilah orang mencari sumber kata “dimologi”. Sementara Homogenes mewakili kaum konvensionalis yang berpendapat bahwa bahasa diperoleh dari kebiasaan, tradisi, adat. Karena kebiasaan itulah makanya bahasa bias dilanggar dengan mengubah-ubah kata (selama ada kesepakatan bersama) sepanjang waktu (nomos). Kira-kira hal itulah yang pertama kali memunculkan adanya tata bahasa bangsa Yunani yang dipelajari oleh Plato. Dia membedakan kata antara anoma dan rhema. Anoma jamak dari anomata yang artinya nama (dalam bahsa sehari-hari). Sedangkan rhema jamak dari rhemata yang artinya frase/ ucapan (dalam bahasa sehari-hari)

“Aristoteles, salah satu murid Plato dariStagira yang konon katanya belajar sampai Plato meninggal menamahkan pembagian kata dengan Syndesmoi, yang artinya kata penghubung (konjungsi). Ia mendasarkan hal itu pada seuah teorinya yang dinamakan dengan “Hilemorfisme” yang berasal dari bahasa Yunani yakni “Hyle” dan “Morpje” yang artinya “teori bentuk – materi” yang dikatakan bahwa setiap benda jasmani terdiri dari 2 hal yakni bentuk dan materi. Dalam pengertian ini bukan dalam pengertian arti empiris indrawi melainkan metafisik”.

“Sebentar…, maaf , yang kutanyakan bukan itu, tapi darimana orang bias mengatakan ini kursi dan itu papan tulis, itu saja”

Mahesa dan Luch melirik saling senyum, itulah pokok awal permasalahannya.

Ok, dari awal kita tahu bahwa Plato yang menuangkan karya-klaryanya dalam bentuk dialog antara Crathylus dan Hermogenes itu yang merupakan sebagaian pendapat dari gurunya yakni Socrates itu membahas tentang fisei dan nomos. Kemudian Aristoteles mengemukakan permasalahannya yang tidak jauh beda yakni Analogi dan Anomali. Analogy mengatakan bahwa alam memiliki keteraturan termasuk pada diri manusia yang terrefleksikan ke dalam bahasa. Karena bahasa itu teratur, maka disusun pula dalam tata bahasa seperti dalam logika matematika, jika 4 : 2


 

 

sama dengan 2 : 1 dalam bahasa Inggris dikatakan jamaknya dari book menjadi books, plate menjadi plates.

“sebaliknya anomaly mengatakan bahwa bahasa dalam bentuknya tidak teratur. Mereka menujuk dalam beberapa bukti dari sinonim dan homonim. Dalam pengertian inilah, bahasa itu pada hakekatnya bersifat alamiah dan arbitrer (mana suka)”

 

tapi maksudku bukan itu, kalau itu ma aku tahu sejarah linguistik, karena toh saat Aristoteles ataupun Socrates

 

sekalipun sudah memakai bahasa, yang aku tanyakan adalah siap yang pertama kalinya mengajarkan manusia itu bicara

“Alam???, tidak mungkin”

“Kenapa?? Mungkin saja”

“Kalau alam seperti suara angin, suara air atau yang lain, semua makhlukseperti binatang pun punya telinga kenapa dia tidak bias bicara seperti manusia???”

“Ingat bung…..seperti halnya bahas sebagai alat komunikasi sesama manusia, hewan / binatang pun punya alat omunikasi sesama mereka”

“Bahasa yang kumaksud di sini bukan bahasa arti seluas itu, tapibahasa yang memiliki sifat dinamis. Satu missal bahsa buruf dengan suara ci-citnya. Dari zaman A sampai dengan zaman Z pun tetap saja begitu.

“Manusia punya bakat bahasa”

“Nah bakat ahsa katamu. Lalu siapa yang memberi bakat berbahsa itu??? Tuhan kan!!! Tidak mungkin alam, lalu yang kutanyakan adalah siapa yang pertama kalinya mengajarkan kata ini dan itu kepada manusia”

“Sebab pertama maksudmu???”

“Tepat”

“Tentu saja manusia pertama”

---

“Siapa??? Adam??”

“Ya!!!”Benarkah Adam itu manusia pertama , lalu siapa manusia purba ??? apa dia anak cucu Adam?? Tidak mungkin….

Kita lihat dari keterpautan waktu yang sangat panjang antara Adam dan manusia purbaitu sendiri. Setahuku Homo Sapiens adalah manusia purba dengan tingkatan paling modern dibandingkan dengan manusia purba lain. Dia hidup sekitar 100.000 tahun yang lalu. Sementara Adam hidup sekitar 6.000 – 10.000 tahun yang lalu, apa itu mungkin dan masuk akal?????

 

Hukum positifisme berlaku untuk ilmu exact ketika mobil itu bensinnya hAyahs, selama itu mobil tidak bias berjalan. “Artinya keberadaan itu harus nyata tidak boleh tidak”

Pokok Bahasan Filsafat: Spekulasi dan Analisis

Spekulasi, bersifat filosofis dan sehari-hari:

-          Berbeda dalam kesungguhannya dan sistematisnya

-          Memerlukanimajinasi dan kreatifitas sehingga pemikiran kita pun berkembang.

Analisa antara sains dan filsafat


Sains          : Memiliki batasan yang jelas, mudah dicerna

Filsafat: Tanpa batas, menyelidiki realitas sepenuhnya, tidak mengenal batas ruiang dan waktu

Metode sains dapat memagari disiplin ilmu dan mencegah/menghambat gagasan-gagasan ilmiah yang mengarah spekulasi.

Friedrich Ernst Daniel Schlerermacher dilahirkan di Breslau 21 Nopember 1768 dari keluarga taat pada agama protestan

Dua tugas Hermeneutik yang pada hakekatnya identik satu dengan yang lain

1.     Interpretasi Gramatikal

2.    Interpretasi Psikologis

Bahas Gramatikal merupakan syarat berpikir setiap orang.

Aspek psikologis, interpretasi memungkinkan seseorang menangkap “setitik cahaya” pribadi penulis. Maka untuk memahami pernyataan pembicara orang harus mampu memahami bahasanya sebaik memahami kejiwaannya. Semakin lengkap memahami pernyataan seseorang atas sesuatu bahasa dan psikologi pengarang semakin lengkap pola interpretasinya.

Tugas Hermeneutik adalah memahami teks sebaik atau lebih baik daripada pengarangnya sendirib dan memahami pengarang teks lebih baik daripada memahami diri sindiri.

Seorang Syarabryan yang menulis sejarah tentang …………zamannya akan leih subyektif dan kurang lengkap. Ia tidak memiliki perspektif lebih luas atau tidak mengambil jarak peristiwa itu. Namun beda halnya dengan sejarahwan masa sesudahnya, ia mampu memotret semacam ruang dan waktu secara keseluruhan dari atas.

Jadi sebuah teks sejarah yang ditulis oleh sejarahwan pada zaman dulu akan dipahami secara lebih baik oleh peneliti yang menggali secara lebih dalam semua peristiwanya dan menemukan interpretasi yang baru dan segar.

Offan, sampai kapan kau mau mengerti keberadaan di dumia ini???,

 

Aku terkadang tak yakin dengan cinta ini aku merasa

 

Setiap kata tidak pernah tidak bermakna memahami bahasa memungkinkan.

Aristoteles mengatakan: Amicus Plato Sad magis ameca veritas (Plato adalah seorang sahabat, tapi sahabat yang lebih akrab lagi adalah kebenaran).

Alfred North Whitehead menjunjung tinggi Plato sbb: seluruh filsafat Barat tidak lain adalah sebuah catatan kecil plato.

Melalui bahasa kita bias berkomunikasi, namun melalui bahasa kita salah faham dan salah tafsir.

Arti  atau makana dapat kita peroleh tergantung dari banyak factor, yaitu:

Siapa yang bicara, keadaan khusus yang berkaitan dengan waktu

Tempat ataupun situasi yang dapat mewarnai arti, sebuah peristiwa bahasa.    

Arti atau makna diberikan kepada objec oleh Subject, sesuatu dengan cara pandang Subject. Jika tidak demikian, maka ogyek menjadi tak bermakna sama sekali.

Huggerl: objek dan makna tidak pernah terjadi secara serentak / bersama-sama sebab mulanya obyek itu netral. Meskipun arti / makna muncul sesudah obyek / obyek menurunkan maknanya atas dasar situasi obyek, semuanya adalah sama saja.

Dari sini kita melihat keunggulan Hemat.

 

Untuk membuat interpretasi lebih dahulu orang harus mengerti / memahami. Namun mengerti ini bukan didasarkan atas penentuan waktu, melainkan bersifat alamiah. Kenyataannya jika seseorang mengerti sebenarnya, ia telah melakukan interpretasi. Juga sebaliknya.

Mengrti da Interpretasi menimbulkan “Lingkaran Hermeneutika”         

Emilio Betti mengaytakan tugas orang yang berintrepetasi menjernihkan persoalan mengerti dengan cara menyelidiki tiap detail proses interoretasi. Ia juga harus merumuskan metodologi yang akan dipergunakan untuk mengukur seberapa jauh kemungkinan masuknya subjektifitas terhadap interpretasi obyktif yang diharapkan.

Martin Herdegger menyebut manusia sebagai Desain yang selalu diketemukan dalam kerangka waktu (masa lampau sebagai Befindlickheit, masa sekarang sebagai Rede, masa dating sebagai Verstehen)

Setiap Subye tampil dalam konteks ruang dan waktu oleh Karl Jaspers (Das Umgreifende –Cakarawala Ruang dan Waktu).

Dalam kenyatannya tidak ada obyek yang berada dalam keadaan terisolir, tiap obyek berada dalam ruang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                 

 

 

Komentar