KKN kenangan polos

 

“Amit-amit aku punya cowok sepertimu! Dinginnya minta ampun!!” gerutu Ade duduk di depan meja makan.

Sontak Deni cowok dingin itu kaget, menelan pisang goreng di mulutnya begitu saja mendelik.

Semua pada tertawa ngakak, hanya Ade yang bingung melihat teman-temannya tertawa.

“Apanya yang lucu?”

“Oh, enggak…”

Tapi mendadak ia sembunyikan tawa dan keluar begitu saja dari ruang makan yang sempit dan lampu remang-remang.

Malam itu memang jatah mereka berdua mendatangi salah satu tokoh agama untuk sedikit mendapat gambaran keagamaan warga setempat.

Sepi. Beberapa temannya menyebar ke beberapa pemuka  lainnya, termasuk menghadiri pertemuan acara karang taruna di masjid.

“Ade, aku keluar dulu”

“Hm!” isyaratnya tak menoleh sedikitpun   

Komentar