Isa dan Muhammad
ISA
CS MUHAMMAD
Halaman pertama di beberapa surat
kabar hari ini gempar dengan kedatangan seorang laki-laki bernama Isa AS
yang dikabarkan naik ke langit oleh orang-orang muslim dalam Qur’an beberapa
tahun yang lalu, sementara beberapa pastoral pembuat perjanian lama gemetar
mendengar berita tersebut. Bahkan sebuah kabar mengatakan seorang pastor bunuh
diri saat mendengar berita kedatangan lelaki agung yang selama ini
disembah-sembah oleh sebaian ummat di dunia.
Seorang lelaki berpakaian necis berdiri di depan sebuah kios Koran
memandang aneh pada sebuah nama yang tercetak tebal di halaman utama sebuah
Di salah satu bilik ruang perpustakaan umum seorang lelaki berbaju
necis memakai syal di leher-nya sibuk membuka-buka buku tebal, yang rupanya itu
adalah Bible dan al-Qur’an. Berkali-kali ia membelalak aneh membuka-buka
lembaran-lembaran bible.
“
“Ya pak?”
“Ini buku apa namanya?”
“Injil”
“Bukan, ini!”
“Itu injil pak namanya”
“Siapa pengarangnya, kenapa namaku di sebut-sebut di sini, ini buka
injil tapi ini buku karangan seseorang bukan aku!“
“Maksud bapak?”
“Kitab yang aku bawa adalah wahyu Tuhan bukan seperti ini, Tuhan
tidak pernah mengatakan semua ini padaku”
“Maaf Pak, tapi selama ini memang kitab injil mengalami banyak
perubahan”
“Kenapa begitu?”
“Beberapa orang merubah sebagian”
“Ini jelas yang namanya kitab Wahyu asli dari Tuhan!, tidak seperti
ini” tunjuk laki-laki pada sebuah kitab tebal satunya.
“Aku turun ke bumi untuk memastikan keberadaan ummatku saat ini”
Mendengar pembicaraan yang terdengar sedikit keras, seketika
orang-orang menoleh heran.
“Nama bapak siapa?”
“Isa”
“Isa??” lirih beberapa orang melongo
Seketika beberapa orang sujud di depannya, sementara beberapa
orang tertegun memandang
Sunyi mengunci suasana ruang perpustakaan
“Sebenarnya apa yang terjadi dengan kitabku ini?!” ujar lelaki itu
keras
Muncul di balik kerumunan orang yang tertegun diam seorang lelaki
berbaju putih dengan jambang dan kumis tercukur rapi mendekati lelaki itu dari
arah belakang.
“Hai, gimana kabar hamba Allah”
“Ahai…, bagaimana kabarmu, ternyata kau turun juga ke Bumi”
“Ya, Tuhan memerintahkanku untuk menengok ummatku sebentar”
Sisa kemarahan Isa masih nampak di kernyitnya melirik pada
orang-orang di sekitar mereka.
“Ya Isa, kenapa kau kelihatan marah seperti itu, bukannya
seharusnya kau senang ummatmu saat ini mengalami kemajuan pesat”
“Tidak!, aku marah karena kitab ini telah mengalami banyak
perubahan”
“Bagaimana dengan keadaan ummatmu saat ini”
“Baik, aku bersyukur karena kitab ini masih utuh dari aslinya, tapi
sayangnya mereka tidak banyak yang tahu tentang kitab ini, aku bangga banyak
orang yang menghafalkan kitab Qur’an ku ini”
“Aku kagum dengan ummat-ummatmu ya Muhammad, ternyata kitab Qur’an
yang kau bawa dari Tuhanmu itu justru menjadi telaah kajian ummatku. Lihat
saja, para Ilmuwan yang sebagian besar adalah ummatku menunjukkan kebenaran
data-data yang dikatakan dalam kitab suci yang kamu bawa. Sementara aku sendiri
malu sekali karena kitab ini justru sering dijungkirbalikkan dengan fakta-fakta
yang ditemukan oleh ummat-ku”
“Dan aku ucapkan terimakasih banyak karena ummat-mu, semua ummatku
jadi mau membukakan matanya dengan menelaah lebih dalam keilmuan tentang alam
semesta ini, mereka tidak hanya membaca dan menghafalkan kitab-ku ini”
Dari luar terdengar ledakan peluru.
“Suara apa itu?”
“Peperangan Pak” ujar seorang pemuda
“Masih ada perang??”
“Itu perang fisik Isa” jawab Muhammad
“Siapa pelakunya?”
“Maaf itu adalah ummatku” ujar Muhammad
“Kenapa?, bukannya islam itu tidak melakukan kekerasan?”
“Ya memang, itulah kenyataan ummatku saat ini. Mereka banyak yang
menghafalkan kitab ini, namun mereka juga tidak tahu apa itu Islam sebenarnya”
“Sebaliknya ummat-ku, mereka banyak menjadi peneliti, namun tetap
mensekutukan Allah Tuhan kita”
“Kau ini bagaimana, apa belum tahu kalau kau ini menjadi sesembahan
ummatmu se-dunia”
Isa mengernyit aneh
“Lihat itu, patung-mu yang menjadi sesembahan ummat-mu bukankah itu
kembali seperti masa jahiliyah dulu”
Sementara siang kian menyengat, namun orang-orang berjubel di luar
Sementara di depan toko elektronik seorang lelaki berwajah kusam dengan
rambut gondrong berdiri memandang tampilan acara dialog Muhammad dan Isa.
Cepat-cepat lelaki gondrong menuju ke lokasi itu menerjang
gerumulan orang-orang hingga tepat di depan mereka.
“Ya Nabi, maafkan aku!” seraya lelaki itu bersujud di depan
keduanya
Orang-orang semakin heran menebak-nebak pemuda gondrong di depan itu.
“Bagaimana-pun kau harus katakan pada mereka!”
“Maafkan aku Isa…” rengek lelaki sujud dan menangis di depannya
“Aku diturunkan ke Bumi untuk memberi kesaksian atas peristiwa itu”
Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al
Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah[378]", padahal
mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka
bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya
orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam
keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan
tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka
tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (An-Nisa: 157)
“Hai ummatku!” teriak Isa
“Sebaiknya kau lebih hati-hati menyampaikan kabar itu Isa, karena
aku khawatir mereka pasti akan memungkiri pernyataanmu itu”
“Kalian tahu siapa pemuda ini?!” teriak Isa pada orang-orang
Semua orang tertegun memandang pemuda gndrong berwajah kusam itu
“Dia adalah seseorang yang menegjarku masuk ke dalam
“Hai ummat-ku!, ganti kitab ini dengan yang aslinya, aku yakin
salah satu dari kalian masih membawanya”
“Bagaimana kalaus eandainya anda sendiri yang menyalinnya Ya Isa”
“Maaf, urusan dengan Tuhanku di
“Jadi apa yang dinyatakan dalam kitab kita Injil dan kitan nabi
Muhammad adalah sama, seharusnya sama tidak ada perbedaan ataupun perselisihan
sedikitpun. Jadi sekarang apa permaslahannya kalian dengan ummat Muhammad?!”
Sementara di sebuah Laboratorium beberapa orang nampak berwajah
pucat, merasa terhakimi dengan pernyataan Isa di layar TV
Komentar
Posting Komentar